Mengejutkan, Saksi Mengaku dapat Memblokir Rekening tanpa Izin Pimpinan

0
pemblokiran-rekening-nasabah-bri
ALAT BUKTI : Agung Wisjnu SH (kiri) kuasa hukum penggugat saat membeberkan alat bukti kasus pemblokiran rekening di Pengadilan Negeri (PN) Surakarta, beberapa hari lalu. (suaramerdekasolo.com/Sri Hartanto)

SOLO, suaramerdekasolo.comSidang kasus pemblokiran rekening milik anggota Polri, Brigadir Denny Setyawan mengungkap fakta baru. Dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Surakarta, Selasa (22/10) siang, ada pengakuan yang mengejutkan, dimana Puput Wardani yang menjabat sebagai Pjs Kantor Unit BRI Ngesrep, bisa memblokir rekening milik nasabah tanpa harus minta izin kepada pimpinan.

Pengakuan Puput sebagai saksi tersebut dikemukakan di hadapan majelis hakim yang diketuai Sutedjo SH.

Sidang dengan agenda meminta keterangan saksi dihadirkan oleh Bank BRI selaku tergugat yakni PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk, Gedung BRI Jalan Jendral Sudirman Kav 44-46 Jakarta 10210 c.q BANK BRI Kantor Cabang KC BRI Solo Slamet Riyadi Jalan Brigjend Slamet Riyadi No.236, Sriwedari, Laweyan, Solo, Jateng.

Baca : Rekening Diblokir, Anggota Polri Gadaikan Mobil Rp 10 Juta

Baca : Penggugat ”Tuding” Bank BRI tidak Mau Tanggungjawab

Tiga saksi yang dihadirkan salah satunya istri Penggugat yakni Denny Setyawan Suharto anggota polisi satnarkoba) yaitu Puput Kusuma Wardani. Dimana Puput saat memblokir rekening milik suaminya (Denny Setyawan) sewaktu menjabat sebagai Pjs Kantor Unit BRI Ngesrep.

Adapun penggugat yakni Denny Setyawan diwakili salah satu kuasa hukum yaitu R Agung Wisjnu Widhiatmoko, S.H. Pada kesempatan bertanya, Agung Wisjnu mencecar berbagai pertanyaan yang membuat saksi Puput Kusuma Wardani merasa terpojok bahkan akhirnya menangis di dalam ruang sidang.

Pertanyaan yang dilontarkan Agung Wisjnu kepada Puput diantaranya mengenai status kepegawaian dan SK pengangkatannya sebagai karyawan BRI, kewenangan Pjs dalam hal pemblokiran nasabah, pengetahuan tentang UU Perbankan tentang pemblokiran nasabah.

Terungkap dalam sidang, Puput berani membokir rekening Denny Setyawan sesuai dengan SE/Surat Edaran Pjs bahwa Pjs berhak dan bisa melakukan pemblokiran nasabah dimana saja di seluruh Indonesia melalui system di BRI tanpa persetujuan dari atasan dan permintaan/pemberitahuan kepada nasabah.

Baca : Ratusan Petembak Beraksi di Mako Brimob Gunung Kendil

Atas keterangan saksi tersebut, menurut Agung Wisnu, jelas tidak sesuai dengan UU RI Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan Pasal 40 (1) Bank wajib merahasiakan keterangan mengenai Nasabah Penyimpan dan simpanannya, kecuali dalam hal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 41,Pasal 41A, Pasal42, Pasal 43, Pasal 44, dan pasal 44A.

(2) Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) berlaku pula bagi Pihak Terafiliasi dan PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR :2/19/PBI/2000 Tentang Persyaratan Dan Tata Cara Pemberian Perintah Atau Izin Tertulis Membuka Rahasia Bank Pasal 12 (1) Pemblokiran dan atau penyitaan Simpanan atas nama seorang Nasabah Penyimpan yang telah dinyatakan sebagai tersangka atau terdakwa oleh polisi, jaksa, atau hakim, dapat dilakukan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku tanpa memerlukan izin dari Pimpinan Bank Indonesia.

Baca :  Pesawat Tempur Canggih Dan Heli Colibri Semarakkan Lanud Adi Soemarmo Open Base 2019

(2) Dalam hal polisi, jaksa, atau hakim bermaksud memperoleh keterangan mengenai Nasabah Penyimpan dan Simpanan Nasabah yang diblokir dan atau disita pada Bank sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), berlaku ketentuan sebagaimana diatur dalam Peraturan Bank Indonesia tersebut.

Bahkan Agung Wisnu sempat menanyakan juga tentang sepengetahuan saksi Puput bahwa tindakannya memblokir rekening secara sepihak dapat berpotensi diloporkan ke polisi secara pidana. Pertanyaan yang ajukan kuasa hukum tergugat itu, oleh Puput dijawab tidak tahu.

Usai sidang yang menghadirkan tiga saksi, agenda sidang berikutnya akan digelar minggu depan dengan agenda kesimpulan dari penggugat dan tergugat. (Sri Hartanto)

Editor : Budi Sarmun 

 

Tinggalkan Pesan