Waspada, Panas Berlebih Bisa Picu Heat Stroke

0
KERING : Seorang anggota Polsek Bendosari melihat Waduk Mulur yang mengering dan tanahnya retak-retak. (Suaramerdekasolo.com/Heru Susilo)

SUKOHARJO,suaramerdekasolo.com – Cuaca panas ekstrim beberapa hari terakhir diperkirakan masih akan berlangsung hingga sepekan ke depan. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo Sri Maryanto mengatakan, cuaca tersebut disebabkan oleh pengaruh angin Monsoon Australia yang menyebabkan panas.

“Dari satu minggu ini diperkirakan cuaca panas tinggi. Ini akibat pengaruh angin Monsoon Australia yang menyebabkan panas dimana suhu udara mencapai 37,5 derajat ke atas,” terangnya.
Selain itu, cuaca cerah berimbas pada tidak adanya awan sebagai penangkal sinar matahari langsung. Karena itu pihaknya mengimbau agar masyarakat tetap menjaga kondisi dan siap siaga dalam menghadapi cuaca panas ini. Terlebih informasi dari BMKG, musim penghujan diperkirakan akan mundur menjadi pertengahan November.
“Dalam cuaca seperti ini, masyarakat harus banyak minum sebab kondisi ini rawan terjadi dehidrasi,” ungkpanya.
Di satu sisi, pihaknya mengimbau agar masyarakat juga mempersiapkan diri menghadapi peralihan musim nantinya. Biasanya dalam pealihan itu ditandai dengan perubahan cuaca ekstrim seperti hujan deras dengan petir dan angin puting beliung. Karena itu antisipasi harus dilakukan sejak sekarang. Mulai dari memangkas ranting pohon yang lapuk serta lainnya.
“Masyarakat harus mulai mempersiapkan diri. Mulai dari menilik rangka rumah, mulai pemotongan ranting pohon yang membahayakan serta di daerah perbukitan untuk mewaspadai rekahan tanah dan menambalnya agar tidak longsor,” imbuhnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo juga mengimbau agar masyarakat lebih banyak minum air putih. Sebab cuaca panas ekstrim akan berdampak pada kesehatan. Bahkan, cuaca panas ini bisa menyebabkan dehidrasi yang nanti juga berdampak pada banyak hal. “Kalau sampai berlebihan bisa sampai pada heat stroke,” paparnya.
Karena itu Yunia mengimbau agar masyarakat rutin minum air minimal delapan gelas sekali dalam sehari. Selain itu juga memperbanyak makan buah dan sayur untuk membantu meningkatkan daya tahan tubuh. (Heru susilo)

EDITOR : Sri Hartanto

Tinggalkan Pesan