Waduh, Dua Hari 500 Pelanggar Ditilang , Operasi Zebra Candi 2019 Polres Klaten

0
operasi-zebra-candi
SLIP TILANG: Warga menerima slip tilang saat Operasi Zebra Candi di Jl Yogya-Solo , Kecamatan Ceper. (suaramerdekasolo.com/Achmad H)

 

KLATEN,suaramerdekasolo.com – Selama dua hari gelaran Operasi Zebra Candi 2019 yang dilaksanakan jajaran Polres Klaten sudah menilang lebih dari 500 pelanggar. Pelanggaran didominasi kelengkapan kendaraan.

Menurut Kanit Turjawali Sat Lantas Polres Klaten Ipda Slamet Riyadi jumlah pelanggar yang dikenakan tindakan tilang selama dua hari mencapai 523 pelanggar.

” Jumlah 523 pelanggar itu baru dua hari sedangkan hari ini (Jumat,red) belum dihitung total,” jelasnya, Jumat (25/10) di sela operasi di Jl Yogya-Solo, Desa Mlese, Kecamatan Ceper. Operasi dilaksanakan gabungan bersama Satuan Sabhara yang juga berseragam.

Petugas memeriksa surat dan kendaraan warga yang melintas. Menurut Slamet, selama dua hari dalam setiap harinya ditindak tilang di atas 200 orang pelanggar.

Pelanggaran yang masih mendominasi adalah pelanggaran administrasi karena surat-surat kendaraan tidak sesuai atau tidak membawa. Misalnya tidak membasa STNK atau sepeda motor sudah mati STNKnya. Kelengkapan kendaraan fisik relatif tidak banyak ditemukan.

Yang memprihatinkan saat dilaksanakan razia pagi masih banyak pelajar terjaring. Setiap pagi ada 40-60 pelajar yang terjaring karena tidak memiliki surat izin mengemudi (SIM).

Mereka yang terjaring tetapi dengan pelanggaran tetap ditilang diikuti dengan teguran dan pembinaan. Dengan tindakan tilang diharapkan para pelajar yang sebenarnya belum layak mengendarai sepeda motor menyadari bahayanya. Baik bagi diri sendiri maupun orang lain.

Selain memberikan tilang, lanjut Slamet, petugas juga mengamankan sepeda motor yang tidak ada suratnya sama sekali saat terjaring. Jumlahnya sudah sekitar 60 unit selama dua hari. Kendaraan tersebut bisa diambil jika pemilik bisa menunjukkan surat kendaraannya.

Kapolres Klaten AKBP Wiyono Eko Prasetyo mengatakan operasi 2019 akan dilaksanakan pada tanggal 23 Oktober 2019 sampai dengan 5 November 2019. Operasi yang melibatkan 116 personel gabungan itu bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan serta disiplin masyarakat dalam berlalu lintas. (Achmad H)

Editor : Budi Sarmun

 

Tinggalkan Pesan