Usai Ramai Dipersoalkan, Djarum Kembali Gelar Audisi Di Karanganyar

audisi-djarum-karanganyar

KARANGANYAR,suaramerdekasolo.com – Setelah sempat ramai karena dipersoalkam KPAI yang menduga ada eksploitasi anak, Audisi beasiswa bulutangkis Djarum digelar lagi, 27-29 Oktober di GOR RM Said Karanganyar. Sebanyak 600 anak-anak dari usia 9 tahun akan bersaing mengikuti audisi ini.

Ketua PB Djarum Kudus, Yoppi Rasimin bersama Bupati Juliyatmono dan Sekjen PB PBSI Eko Budi Harto, dan mantan pebulutangkis Liliana Natsir dalam jumpa pers mengatakan, karena masalahnya sudah dianggap selesai dan memang ada kesalahan penilaian dari KPAI, maka audisi ini diteruskan, untuk mencari bakat pemain bulutangkis yang akan dibina PB Djarum sehingga menjadi pemain andalan.

‘’Salah satu bukti komitmen PB Djarum adalah pertandingan baru saja dari 15 atlet, ternyata 12 dari PB Djarum. Itu menjadi bukti pembinaan yang dilaksanakan tidak salah arah. Dan selama ruang itu dibuka untuk kami, maka akan kami pakai, tapi jika tidak boleh maka kami akan pamit baik-baik.  Dan untungnya sudah dibuka lagi sehingga kami terus,’’ kata dia, Sabtu (26/10).

Sedangkan dari hasil audisi ini, sudah lahir pemain tingkat dunia Kevin Sanjaya yang ikut audisi tahun 2007, dan sekarang ada Ribka Sugiarto asli Karanganyar yang dinilai sama tipenya dengan Kevin dalam hal permainan dan ngotot berprestasi.

Audisi sendiri dilakukan di Bandung, Purwokerto, Surabaya, kemudian Solo Raya dan Kudus, serta final di Kudus, serta nanti diambil 15 anak untuk dibina di PB Djarum. Total ada sekitar 5.000-an anak yang ambil bagian bersaing di audisi.

Sejumlah mantan pemain akan membina mereka, antara lain Fung Permadi, Basri Yusuf, Sigit Budiarto, Denny Kantono, Lilian Natsir, Heryanto Arbi, dan lainnya, yang sampai kini masih terus memandu mereka.

Liliana Natsir menilai, bakat pemain Indonesia sebetulnya luar biasa, karena saat dia mulai berlatih umur 9 tahun saja kondisinya tidak sebagus sekarang. Karena itu audisi ini betul-betul menjadi ajang mencari dan mengembangkan bakat, agar lahir pemain-pemain hebat masa depan yang akan menggantikan senior yang sudah udzur.(Joko DH)

Editor : Budi Sarmun 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here