Puluhan Pelaku Usaha, Beralih Jualan Dagangan Secara Online

workshop-online

SOLO, suaramerdekasolo.com- Puluhan pedagang tradisional ingin beralih berjualan dengan sistem online. Nyatanya begitu ada workshop peluang meraih pasar secara online yang digelar di Ndalem Gondosuli, 70 pedagang Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) mengikuti secara serius.

Boleh jadi karena trainnershipnya adalah pengelola marketplace yang cukup kondang di Kota Solo yakni Joko Porwono. Praktisi dan Trainner online shop di berbagai maketplace seperti bukalapak, sophie, tokopedia, lazada dan lain itu begitu gamblang menjelaskan kepada puluhan pedagang tradisional untuk beralih berjualan dengan sistem online.

Banyak kendala yang dihadapi pedagang UMKM yang tidak cepet berkembang karena masih menggunakan pola lama yakni pemasarannya dengan sistem lama, seperti getok tular, dari pertemanan, saudara atau terbatas pada kelompok komunitasnya saja. ”Nah sekarang ini sistem tehnologi sudah maju, jadi pedagang harus mengikuti perkembangan teknologi, salah satunya kalau ingin cepat meraih pasar tentunya berjualan dengan sistem online,” terang Praktisi serta trainner online shop yang juga pengelola online www.gudangkamerasolo.com dan www.bukalapak.com tersebut.

Sebagai pelaku usaha, tentunya Joko Porwono tidak hanya bercerita tentang pengalaman berjualan secara online yang keuntungannya lebih besar dibanding berjualan dengan sistem manual. Namun trainner jagoan itu juga menjelaskan bagaimana cara membuat website, membuat media sosial seperti youtube, instagram, facebook, twitter dan medsos lainya.

”Nah untuk memberikan pemahaman yang lebih detail para peserta workshop kita arahkan dari awal bagaimana memahami sistem online hingga mempraktikanya,” jelas trainnership yang juga jago memotret produk atau barang yang akan dipasarkan melalui online itu.

Workshop Creative Space dengan tema ”Jualan Online di Marketplace” di Ndalem Gondosuli, pada Minggu (27/10) siang, mendapat dukungan dari Bank BJB Cabang Surakarta.

Manager Komersial Bank BJB, Puguh Sucahyo menjelaskan, workshop dalam pendekatan kepada para pelaku usaha merupakan salah satu progam unggulan Bank BJB. Dimana pihak bank BJB ingin memperdaya mengembangkan UKMM dan komersial untuk lebih maju dan berhasil dalam menjalankan usahanya. ”Harapan kita ini semacam inkubator, masing-masing pelaku usaha yang kami rangkul semakin maju dan semakin besar. Dimana kita akan mensupport dalam hal pembiayaan bagi UKMM dan komersial yang akan mengembangkan usahanya. Biaya UMKM dapat disalurkan mulai nilai yang terkecil hingga jumlahnya mencapai Rp 5 miliar, sedang pembiayaan usaha yang sifatnya komersial bisa lebih dariRp 5 miliar,” urainya.

Adi Fardiyanto sebagai Manager Konsumer dan KPR Bank BJB menambahkan, selain akan memberikan kemudahan kredit bagi pelaku usaha dalam mengembangkan usahanya, Bank BJB juga memberikan peluang bagi pelaku usaha yang ingin memiliki rumah bersubsidi di Solo Raya. ”Cukup banyak animo masyarakat yang berminat untuk mencari rumah bersubsidi, baik yang tadi menanyakan secara langsung maupun yang datang ke kantor untuk menanyakan berbagai syarat dan ketentuan agar mendapat pembiayaan kredit perumahan rakyat (KPR) yang tersebar di Solo Raya. Kredit perumahan yang kami tawarkan harganya tercangkau dan dengan angsuran yang rendah dan dalam jangka waktu yang lama dalam pelunasan,” urai Adi Fardiyanto mengakhiri perbincangan. (Sri Hartanto)

Editor : Budi Sarmun

 

Tinggalkan Pesan