Suka Duka Petugas Kebersihan Klaten, Bunga Semusim Bikin Petugas Kuwalahan

tukang-sapu-klaten1
PASUKAN KEBERSIHAN : Pasukan kebersihan dan pertamanan Klaten menggelar jagongan bersama Kabag Humas Wahyudi Martono dan stafnya.(suaramerdekasolo.com/Merawati Sunantri)

UPAYA Pemkab Klaten meraih Piala Adipura perlu dukungan seluruh masyarakat Klaten. Namun yang tak kalah penting adalah dukungan petugas kebersihan dan pertamanan atau yang sering disebut pasukan kuning. Mereka lah yang menjaga kebersihan dan keindahan kawasan umum.

Program Bupati Klaten Sri Mulyani untuk mempercantik kota dengan program Klaten Kota Bunga Sejuta Warna, sudah diwujudkan dengan berdirinya taman-taman di berbagai penjuru kota bahkan sampai kawasan pemukiman.

Khusus taman-taman, petugas pertamanan yang menjadi ujung tombang merawat tanaman agar tetap berbunga, sehingga wajah kota semakin cantik. Sayangnya, program tersebut kurang didukung dengan pemilihan bunga yang bisa tumbuh dan berbunga sepanjang tahun.

Baca :  Giliran Investor Pemotongan Ayam Lirik Klaten

‘’Sebagian besar bunga yang ditanam adalah bunga semusim, yang hanya bisa tumbuh dan berbunga paling lama 4 bulan. Setelah itu, harus diganti lagi, ini yang membuat petugas pertamanan kesulitan,’’ kata Ngadiman, mandor pertamanan.

Bunga semusim bisa berbunga lebat dan indah, namun hanya sekali saja. Pasukan pertamanan berharap, bunga yang ditanam adalah bunga yang bisa hidup dalam waktu lama, sehingga hanya membutuhkan perawatan yang baik saja. Petugas tidak perlu menamam kembali saat masa berbunga usai.

‘’Ada beberapa jenis bunga yang bisa bertahan lama, seperti kamboja jepang, bougenville, soka, bunga canna atau midro, dan amarilis. Bunga canna setelah bunga habis dan dipangkas maka tunas lain akan berbunga, begitu juga amarilis. Kami berharap kebijakan pemilihan bunga disesuaikan dengan kondisi alam Klaten,’’ kata Ngadiman.

Hal itu diungkapkan saat jagongan pasukan kebersihan dan pertamanan dengan Kabag Humas Wahyudi Martono, staf Humas dan wartawan di belakang kantor Humas, Jumat (25/10). Di sana lah, mereka sering beristirahat di jeda waktu tugas.

Baca : Waduh, Dua Hari 500 Pelanggar Ditilang , Operasi Zebra Candi 2019 Polres Klaten

tukang-sapu-klaten2

Sementara itu, Fendi (32) warga Karangnongko yang bertugas sebagai penyapu jalan juga menceritakan suka duka sebagai petugas kebersihan sejak tahun 2015. Bersama rekan-rekannya, mereka menjalani tugas dalam dua shif, yakni pagi dan siang.
‘’Kalau tugas pagi, mau mulai jam berapa terserah yang penting jam 6.30 WIB sudah harus bersih. Kadang mulai habis subuh, jam 6.30 berhenti istirahat kemudian mulai lagi jam 09.00 WIB sampai 11.00 WIB. Kalau jatah siang, kerja mulai habis dhuhur sampai ashar,’’ ujar pria yang harus meninggalkan rumah pagi buta.

Semua tugas dijalani dengan iklas bersama teman-temannya. Namun, terkadang ada pengguna jalan yang kurang menghargai para penyapu jalan. Masih banyak yang membuang sampah seenaknya dan banyak pengendara sepeda motor yang ngawur.
‘’Dukanya kalau ada pengendara sepeda motor yang ngawur. Pernah dulu waktu musim hujan, kejadiannya di depan kantor Dinas Kesehatan, ada petugas kebersihan yang terserempet motor saat bertugas,’’ kata dia.

Baca : Bank Sampah Sekolah Adiwiyata SMPN 2 Klaten, Unggah Video Kreasi Sampah di Media Sosial

Kabag Humas Wahyudi Martono mengatakan acara jagongan itu hanya acara santai mengajak petugas kebersihan dan pertamanan minum teh dan sarapan. Selama ini, mereka sering mangkal di belakang kantor Humas sehingga sering bertatap muka.

‘’Mereka merupakan ujung tombak dalam upaya Pemkab Klaten meraih Adipura, tentu saja harus dengan dukungan masyarakat Klaten seluruhnya. Tak bisa hanya mengandalkan salah satu pihak saja, tapi harus bersama-sama,’’ ujar Wahyudi.(Merawati Sunantri)

Baca : Miris, Jalan Wilayah Timur Kabupaten Klaten Rusak dan Tanpa PJU

Editor : Budi Sarmun 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here