Tiga Pasar Tradisional Sragen Terapkan E-Tiketing

0
PASAR-GEMOLONG-SRAGEN
FOTO ILUSTRASI


SRAGEN,suaramerdekasolo.com – Guna mempermudah penarikan retribusi yang ada di pasar-pasar tradisional, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sragen  bakal menerapkan E-Tiketing. Berbeda dengan E-Retribusi yang sudah diterapkan di Pasar Kota dan Pasar Bunder yang sistemnya nontunai, untuk E-Tiketing pedagang bisa membayar retribusi dengan tunai.

Disperindag menyiapkan tiga pasar tradisional besar yang akan dijadikan percontohan. Yakni Pasar Sumberlawang, Pasar Gemolong dan Pasar Gemolong. Kepala Disperindag Tedy Rosanto menyampaikan, ada perbedaan antara E-Retribusi yang sudah diterapkan dengan E-Tiketing. “Sistem E-Retribusi pembayarannya memang benar-benar nontunai. Sedangkan E-Tiketing, pedagang masih bisa membayar tunai retribusi,” kata Tedy tatkala ditemui.

Menurut dia, E-Tiketing diberlakukan, salah satunya untuk mempermudah penarikan retribusi. Dalam E-Retribusi, pedagang harus isi ulang. Karena males biasanya titip ke petugas pasar. Jadinya petugas malah wira-wiri. Ada kerjaan tambahan, padahal konsep awalnya mempermudah. Karena itu dengan E-Tiketing menjadi terobosan pasar yang belum menjalankan E-Retribusi. Dengan konsep masih menggunakan kartu, hanya saja pedagang bisa membayar secara tunai. “Ini juga memberi pilihan dan kemudahan bagi para pedagang,” tandasnya.

Baca : Jokowi Silaturahim Pelaku Dunia Pertanian di Sragen

Baca : Tenun Kain Goyor Jadi Ikon Baru Sragen

Proyek Percontohan

Kepala Bidang (Kabid) Penataan Pasar Disperindag Widya Budi menambahkan, ada pasar yang sudah menerapkan E-Retribusi, seperti Pasar Bunder dan Pasar Kota. Namun tidak beralih ke E-Tiketing.

”Kalau E-Retribusi kartunya berikut uangnya ada di dalam. Sedangkan untuk E-Tiketing, pedagang bisa bayar tunai,” bebernya. Program E-Tiketing ini diberlakukan di pasar-pasar kecamatan yang belum terakses bank mitra yang ditunjuk mengurusi retribusi.

Disperindag menyiapkan tiga pasar yang akan dijadikan percontohan. Yakni Pasar Sumberlawang, Pasar Gondang dan Pasar Gemolong. Ketiga pasar tersebut adalah termasuk pasar besar di Sragen, selain Pasar Kota dan Pasar Bunder, namun berada di luar wilayah perkotaan.

”Kalau sudah berjalan dan kami evaluasi, selanjutnya diterapkan di pasar yang lain,” tandasnya.

Widya menyampaikan penarikan ini sementara diberlakukan untuk para pedagang pasar. Namun bukan tidak mungkin digunakan untuk menarik retribusi dari pedagang kaki lima (PKL). ”Meski retribusi masih berupa uang tunai, namun bukti pembayaran sudah tercatat dengan baik,” tegasnya. (Basuni Hariwoto)

Baca : Cegah Antrax, Disnakan Karanganyar Awasi Lalu Lintas Hewan Kurban

Editor : Budi Sarmun

 

Tinggalkan Pesan