Diremehkan, Doanya Gak Makbul

0
shalat-minta-hujan
SHALAT ISTISQA – Warga Karanganyar saat berdoa dan shalat istisqa dipimpin Ustadz Abdul Muid beberapa waktu lalu. (suaramerdekasolo.com/Joko DH)

SAAT pengumuman akan dilakukan shalat istisqa (minta hujan) dengan imam Syech Ikrom Abdul Aziz dengan khatib Ustadz Abdul Muid, usai shalat Jumatan di halaman masjid Agung Karanganyar lalu, banyak jamaah yang hanya tersenyum. 

‘’Banyak yang mendekat ke saya, sambil berseloroh, halah doanya gak qabul paling. Saya hanya tersenyum. Saya tahu mereka sedang bercanda. Tapi dalam hati juga was-was, sembari berdoa semoga qabul ya Allah,’’ kata Abdul Muid, Selasa, (29/10).

Dia yang memimpin doa bersama jamaah memang agak khawatir juga. Apalagi yang shalat istisqa hanya 300-an saja dari sekian ribu jamaah shalat Jumat di masjid Agung. Namun dia meyakinkan, kalau doa sungguhan, pasti didengar Allah.

Sehari setelah shalat, Karanganyar diguyur hujan meski hanya sebentar dan tidak deras. Namun itu cukup untuk menjdi bukti doa yang dipanjatkan jamaah shalat istisqa di seantero wilayah Karanganyar diijabah oleh Allah.

Orang yang berseloroh ke Ustadz Abdul Muid waktu itu datang lagi sambil mengatakan, wah ternyata doa Sampeyan makbul, diijabah oleh Allah. Karanganyar hujan. Mungkin itu karena imam shalatnya syech dari Mesir, kata Abdul Muid menirukan seloroh rekannya itu.

Diapun hanya tersenyum saja diledeki rekannya sesama jamaah masjid Agung. Yang jelas, Allah sudah berfirman kalau Dia lebih dekat dari urat leher manusia. Karena itu siapa yang memohon pasti dikabulkan.

Apalagi ketika tiga hari berturut-turut hujan mengguyur Karanganyar. Hari Sabtu  lumayan deras. Hari Minggu sore hujan sebentar seakan hanya lewat saja gerimis sebentar, dan Senin sore hujan lebat ditambah angin puting beliung.

‘’Saat itu benar-benar yakin kalau Allah mengabulkan doa kita semua. Semoga turun hujan itu jadi berkah. Kini, giliran kita banyak bersyukur karena Allah sudah mengabulkan doa kita dan menurunkan hujan yang sudah kita rindukan,’’ kata dia.(Joko DH)

Editor : Budi Sarmun

 

 

Tinggalkan Pesan