Ajang Reuni Bersama Sahabat, Untung Wiyono Ceritera Pernah Jualan Nalo

reuni-untung-wiyono
BANTUAN PONDOK- Bupati Sepuh Untung Wiyono (kanan) bersama sahabat sejak kecil Sarwono Sudarto yang kini menjabat Direktur Keuangan PT PLN Pusat. Sarwono membantu Rp 500 juta untuk Pondok Sholawat nDayu di Desa Saradan, Karangmalang, Sragen, JUmat lalu.(suaramerdekasolo.com/Anindito AN)

RODA selalu berputar. Begitu pula kehidupan Bupati Sepuh Sragen dua periode, Untung Wiyono. Ibarat rodak berputar, tak selalu berada di bawah. Di ajang reuni di Pendapa Taman nDayu, Jumat petang pekan lalu, Bupati Sepuh Sragen dua periode, Untung Wiyono membuat pengakuan blak-blakan. Malam itu Untung mengumpulkan sekitar 500 sahabat, termasuk para teman semasa kecil dulu.

‘’Di dunia ini yang paling berharga adalah sahabat,’’ pesan Untung Wiyono mengawali kisahnya dalam ”Temu Kangen Persahabatan”. Karena sahabat pula saat jatuh ada yang menolong. begitu pula saat melihat teman mengalami kesulitan tak segan untuk mengulurkan tangan.

”Sahabat bagi saya adalah hadiah dari Allah, maka saya tidak pernah melupakan teman-temannya sejak kecil maupun teman yang baru saya kenal,” tuturnya.
Untung Wiyono yang dimasa remaja terbilang hidup susah dan akrab dengan perjudian, namun dimasa tua mendapat amanah sebagai Bupati Sragen dua periode.

Baca : Banyak Koperasi Berguguran, KSP Artho Moro Dhewe Malah Meraih Untung

Baca : Tangkal Radikalisme Melalui Wayang Kulit

Temu Kangen Persahabatan itu Untung Wiyono didampingi Hj Suparmi istri, dan Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati, putrinya, serta keluarga besarnya.

Hadir pula Wabup Dedy Endriyatno, Dandim 0725 Letkol (Kav) Luluk Setyanto, Kapolres AKBP Yimmy Kurniawan, maupun pejabat sipil dan militer. Acara Reuni Temu Sahabat makin meriah dengan tampilnya penyanyi kondang Dewi Yul, serta Feby Febiola penyanyi pop asal Padang, Sumbar.

Jualan Nalo

Namun ada penggalan kisah Untung yang membuat gelak tawa pengunjung. Di era Tahun 1970-an, Untung berceritera pernah berjualan nomor lotere Nalo. D masa remajanya, sekolah sekolah Untung kacau balau. Sehingga dia harus berpindah-pindah sekolah.

‘’Saya pernah sekolah di SMP Saverius pindah ke SMP Muhammadiyah, bahkan pernah sekolah di Sekolah Teknik (ST),’’ tuturnya.

Baca : Juarai Lomba Dalang Bocah Tingkat Jateng Rengga MA Panen Hadiah

Baca : PLN Mengajar Di Almamater SMA N 1 Sragen

Di antara teman masa kecilnya adalah Sarwono Sudarto, kini menjabat Direktur Keuangan PT PLN Pusat. Saat menghadiri reuin itu, Sarwono membantu Pondok Sholawat nDayu dari dana Baitul Maal karyawan PT PLN sebesar Rp 500 juta, untuk pembuatan pabrik air mineral.

Saat usianya menginjak 16 tahun, Untung mengaku akrab dengan perjudian. Dia pernah berjualan lotere Nalo. Disaat teman-temannya belajar, dia malah mengurusi Nalo. Di acara reuni itu, Untung juga menghadirkan sahabatnya yang pernah menjadi juru hitung/bayar lotere Nalo di kisaran Tahun 1970-an.

‘’Karena uang setoran Nalo cukup banyak dan menggunung di lantai karpet, sehingga perlu juru hitung,’’ ungkap Untung Wiyono.

Dikatakan undian Lotere Nalo dulu resmi, karena mendapat ijin dari Menteri Sosial. Namun kemudian ijin Nalo dicabut.

‘’Karena jualan nomor Nalo menyenangkan sekaligus menguntungkan, sehingga saya nekat membuka lotere sendiri,’’ tuturnya disambut gelak tawa hadirin.
Meski Untung mengaku nakal di masa remajanya, namun dia tidak kurangajar dan selalu santun terhadap orangtua maupun orang yang lebih tua.(Anindito AN)

Baca : Juarai Lomba Dalang Bocah Tingkat Jateng Rengga MA Panen Hadiah

Editor : Budi Sarmun

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here