Kena Prank, Seorang Pocil Bikin Panik Polisi Beneran

polisi-cilik-peringati-hari-sumpah-pemuda
POLISI CILIK : Para polisi cilik unjuk kebolehan saat lomba dalam rangka Hari Sumpah Pemuda di Alun-alun Kabupaten Wonogiri, Rabu (30/10). (suaramerdekasolo.com/Khalid Yogi)
WONOGIRI,suaramerdekasolo.com – Lomba polisi cilik (Pocil) digelar di Alun-alun Kabupaten Wonogiri, Rabu (30/10). Lomba dalam rangka peringatan Hari Sumpah Pemuda itu diikuti 823 anak dari 25 Polsek di masing-masing kecamatan, Kabupaten Wonogiri.

Ada persitiwa menarik ketika kontingen Pocil dari Polsek Manyaran tampil di atas panggung. Ketika menampilkan koreografi dan formasi baris berbaris, salah seorang Pocil tiba-tiba tersungkur jatuh di atas panggung.

Melihat hal itu, sebagian penonton berteriak histeris. Mereka menyangka siswa tersebut pingsan karena kelelahan. Sontak, para panitia yang juga personel polisi panik, lalu berlarian ke atas panggung. Mereka berniat segera menolong.

Namun, suasana panik seketika berubah menjadi gelak tawa. Pasalnya, siswa itu ternyata cuma berpura-pura pingsan. Aksi pingsan hanya salah satu adegan dalam rangkaian koreografi Pocil Polsek Manyaran. Beberapa detik kemudian, para anggota kontingen tersebut juga ikut menjatuhkan badan, mengikuti lagu yang mengiringi. Para Pocil itu akhirnya mendapatkan tepuk tangan meriah karena berhasil mengerjai polisi betulan.

Wakil Bupati Wonogiri Edy Santosa saat membuka lomba berharap acara tersebut dapat membentuk generasi muda yang berprestasi dan  disiplin sebagai penerus bangsa.
“Apresiasi setinggi-tingginya kepada Polres Wonogiri yang menyelenggarakan kegiatan ini. Semoga dapat dilaksanakan secara kontinyu dan berkelanjutan,” harapnya.

Kapolres Wonogiri AKBP Uri Nartanti Istiwidayati mengatakan, lomba itu tercatat di Museum Rekor Indonesia (Muri) sebagai lomba Pocil dengan peserta terbanyak. Lomba diikuti 823 peserta dari 25 kecamatan.

Kapolres mengapresiasi para peserta dan pelatih yang telah mempersiapkan diri selama satu bulan dalam menghadapi lomba. “Semuanya adalah pemenang, semuanya juara karena adik-adik adalah yang terbaik dari Polsek ataupun kecamatan masing-masing,” ujarnya.

Pocil menurutnya membentuk fondasi karakter anak-anak. Orang tua tidak cukup menjadikan anaknya pintar atau cerdas secara intelektual, tetapi juga dilengkapi kecerdasan emosi dan sosial. Pocil juga melatih kerja sama, melihat perbedaan, melihat kesalahan dalam satu tim untuk diperbaiki bersama-sama dan menjadi kekuatan bersama. “Saya pesan kepada orang tua. Ini dasar kita Untuk mengantarkan anak-anak menjadi generasi penerus bangsa,” katanya. (Khalid Yogi
 
Editor : Budi Sarmun 
 
 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here