Pegang KTA, Henry Indraguna Maju Pilkada Lewat PDIP

0
henry-indraguna-pilwakot
FOTO DIRI : Henry Indraguna, pengacara dan pengusaha sukses (suaramerdekasolo.com/Budi Santoso)

 

SOLO,suaramerdekasolo.com – Henry Indraguna, pengacara kondang mengaku sudah mendapatkan kartu tanda anggota Partai Demokrasi Perjuangan Indonesia (KTA PDIP).

Klaim keanggotaan Henry sebagai kader PDIP itu sekaligus menguatkan dirinya sebagai bekal untuk maju dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) 2020.

Hal itu ditegaskan Henry Indraguna saat nongkrong bareng bersama tim dan awak media di Markobar SGM Penumping, Laweyan, Solo, Rabu (30/10).

Henry yang datang ke markobar yang notabene milik Gibran Rakabuming Raka (bakal calon wali kota) itu, membawa serta timnya.

Tak lupa caleg yang pernah maju dari Perindo dalam pileg 2019 ini membawa mobil sport mewahnya. Henry mengaku ingin mencicipi menu markobar yang sudah terkenal itu.

“Jadi hari ini saya sudah resmi menjadi anggota PDIP, ke depan saya semakin bersemangat maju dalam pilkada melalui PDIP,” terangnya.

Berpasangan Dengan Gibran

Henry yang selama ini beraktivitas sebagai lawyer di Jakarta ini mengaku sampai di Solo siang. Ia pun terbersit untuk jajan di markobar.
“Ya sekalian mencicipi menu terenak di markobar ini,” imbuhnya.

Terkait proyeksinya dalam pencalonan sebagai bakal calon wali kota atau wakil wali kota. Henry yang juga pengusaha sukses ini menyatakan, pada 2020, milenia harus bangkit. Dia ingin Dapil V, khususnya Boyolali, Sukoharjo, Klaten dan Kota Solo harus memiliki calon pemimpin yang enerjik, muda, smart, memiliki kejujuran dan visioner.

“Saya cetuskan calon pemimpin wilayah dapil V ini dari kalangan milenia yang smart, visioner, jujur dan enerjik,” tegasnya.
Ditanya apakah akan maju dalam pilkada nanti di Kota Solo atau Sukoharjo yang santer beredar. Ia belum bisa memutuskanya. 

Hanya saja Henry menegaskan keinginanya untuk bersanding dengan Gibran sangat kuat demi membangun Solo. 

Bahkan, dia menegaskan bakalan mundur dari pencalonan bila tidak bersanding dengan putra sulung Presiden Joko Widodo tersebut.

“Bila Gibrang ternyata disandingkan dengan yang lain lebih baik, saya mundur dari pencalonan (pilkada-red)  Solo,” ungkapnya. (Budi Santoso)

Editor : Sri Hartanto

 

Tinggalkan Pesan