Proyek Tol Solo-Jogja Ancam Produktivitas Pangan, KTNA Gelar Sarasehan

0
sarasehan-pertanian-klaten
TEMU PETANI: Jajaran Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan dan KTNA menggelar sarasehan bidang pertanian, Kamis (31/10). (suaramerdekasolo.com/Achmad H)

KLATEN,suaramerdekasolo.com -Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Klaten mengkhawatirkan rencana pembangunan jalan tol Jogja-Solo akan menurunkan produktivitas pangan. Apabila tidak dipikirkan sejak awal bukan tidak mungkin dampak jalan tol akan lebih luas lagi.

Ketua KTNA Kabupaten Klaten, Wening Swasono saat ditemui wartawan di sela Sarasehan Pertanian mengatakan jalan tol jika tidak dipikirkan dampaknya sejak awal akan sangat berpengaruh pada produktivitas pangan di Kabupaten Klaten.

” Nantinya akan ada ribuan hektare lahan yang akan terdampak jalan tol. Jelas itu akan berpengaruh pada ketersediaan pangan,” katanya, Kamis (31/10).

Sarasehan dibuka Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Pemkab Klaten, Widiyanti dan dihadiri pengurus KTNA dan anggota dari kecamatan.

Menurut Wening Klaten yang selama ini dikatakan sebagai lumbung pangan, jangan-jangan nantinya akan jadi pengimpor beras dari wilayah lain. Lebih khawatir lagi, jalan tol yang rencananya dibangun mulai dari wilayah utara sampai selatan. Wilayah utara merupakan wilayah dengan banyak sumber mata air. Sedangkan di wilayah selatan merupakan wilayah pertanian.

Kedua wilayah itu jelas akan terdampak sehingga jika tidak ditata dengan baik akan menjadi awal kematian pertanian karena ketersediaan air terdampak. Untuk mencegah itu perlu penataan, misalnya soal jaringan irigasi.

Selain itu, lanjut Wening, yang terdampak lain adalah jalan pertanian karena terpotong jalan tol. Hal itu akan berpengaruh pada efektifitas petani dalam mengolah lahannya. Penatalaksanaan tata guna lahan harus dipikirkan sejak dini sehingga sosial ekonomi petani tidak akan terpengaruh menjadi lebih buruk.

” Setelah sarasehan kami akan menggelar pertemuan dan mengadakan audiensi membahas persoalan tol,” ungkapnya.

Sarasehan itu sendiri sebenarnya bertujuan untuk mempertemukan Dinas dengan petani. Di dalam sarasehan semua kepala bidang diminta memaparkan rencana kegiatan dan petani KTNA akan menanggapi.

Apalagi persoalan pertanian di Klaten ke depan tidak hanya soal jalan tol tetapi masih banyak yang perlu dipikirkan. Masalah lainnya, pemerintah saat ini belum konsisten dalam persoalan lahan lestari yang setiap saat terus beralihfungsi. (Achmad H)

Editor : Budi Sarmun

 

 

Tinggalkan Pesan