Hadiri Temu Admi UNS, Ganjar Ingin Ubah Wajah Birokrasi Dengan Medsos

temu-admi-uns
PEMBICARA: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo hadir menjadi pembicara dalam Temu Administrator Muda Indonesia (Admi) 2019 yang digelar di Auditorium UNS, Senin (4/10). (suaramerdekasolo.com/Evie Kusnindya)
SOLO,suaramerdekasolo.com – Gubernur Jateng Ganjar Pranowo hadir dalam Temu Administrator Muda Indonesia (Admi) 2019 yang digelar di Auditorium UNS,  Senin (4/10).
Dalam kesempatan itu,  orang nomor satu di Pemprov Jateng tersebut memaparkan berbagai pengalamannya dalam mengubah wajah birokrasi di lembaga yang dia pimpin.   Salah satunya  dengan melakukan digitalisasi dalam sistem pelayanan birokrasi. Bahkan, Ganjar juga menginstruksikan jajarannya di Pemprov Jateng agar menindaklanjuti laporan masyarakat yang disampaikan melalui medsos secara cepat, mudah, murah dan tuntas. 
 
“Saya wajibkan Unit Pelayanan Terpadu (UPT) untuk menggunakan media sosial (Medsos). Kita kawinkan program yang kita miliki dengan medsos. Lalu, juga kita melakukan digitalisasi, misalnya dalam hal tanda tangan digital, barcode, verifikasi online, notifikasi mobile, arsip surat online, disposisi dan tracking surat,”ujar Ganjar.
 
 
 
Meski telah melakukan banyak pembenahan, Ganjar mengatakan bahwa hingga hari ini masih saja ditemukan budaya korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) dan pungki di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN). Oleh sebab itu, Ganjar secara tegas akan menindak setiap ASN yang ketahuan melakukan pungli dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
 
“Kami di Provinsi Jateng berinisiatif membenahinya dan berhasil menyabet penghargaan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai provinsi paling berintegritas dengan nilai 78.26 dalam Survei Penilaian Integritas (SPI) di 26 lembaga,” katanya. 
 
 
 
Sementara itu,  Rektor UNS Prof Dr Jamal Wiwoho SH MHum mengemukakan,  tahun ini UNS  bertindak sebagai tuan rumah penyelenggaraan Temu Admi. Temu Admi merupakan salah satu forum diskusi ilmiah bagi mahasiswa Program Studi (Prodi) Ilmu Administrasi Negara/ Publik se-Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan setiap tahun untuk mengembangkan bidang keilmuan administrasi publik/ negara.
 
Tahun ini sebanyak 44 perguruan tinggi dari berbagai daerah, seperti Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta dan Universitas Tanjungpura mengikuti  pertemuan yang bertema “Dynamic Governance for Achieving SDGs: Wajah Baru Reformasi Birokrasi Indonesia”. (Evie Kusnindya) 
 
Editor : Budi Sarmun 
 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here