Refleksi OlympicAD VI Muhammadiyah

OlympicAD1


SOLO,suaramerdekasolo.com – Mempraktekkan pendidikan multikultural di Muhammadiyah Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Pusat (Dikdasmen PP) Muhammadiyah sukses dalam menyelenggarakan Olympic Ahmad Dahlan (OLYMPICAD) Nasional VI Perguruan Muhammadiyah tahun 2019 yang berlangsung mulai 26-28 Oktober 2019 di kampus Universitas Muhammadiyah Semarang yang dihadiri Gubernur Ganjar Pranowo, Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan seluruh pengurus wilayah se-Indonesia.

Ketua Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah Prof Dr Baedhowi, MSi memaparkan,
OlympicAD Nasional VI merupakan ajang kompetisi bagi pengembangan bakat dan minat siswa sekolah/madrasah di seluruh Indonesia yang diselenggarakan oleh Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah.

“Praktik pendidikan multikultural benar-benar terlaksana karena banyak peserta non muslim yang berasal dari kawasan Indonesia Timur ikut memeriahkan acara OlympicAD VI Muhammadiyah ini. Ajang OlympicAD VI yang menyelenggarakan 21 lomba ini menghasilkan Jateng sebagai juara pertama dengan meraih 81 emas, 79 Perak dan 78 Perunggu. Kemudian disusul Juara kedua dari Jatim meraih 57 emas, 34 perak dan 36 perunggu serta juara ketiga diraih Yogyakarta meraih 45 emas, 49 perak dan 56 Perunggu,” jelasnya di Solo, Senin (4/11).

Baca : Siswa SMP Muhammadiyah PK Solo Raih 8 Medali Ajang OlimpycAD VI

Baca : Tim Robotic SMK Muhammadiyah 2 Jatinom Juara Nasional, Dalam Olimpicad VI Nasional

OlympicAD2
FOTO/DOK

Kegiatan OlympicAD ini dilaksanakan setiap dua tahun sekali, sementara untuk tingkat provinsi dilaksanakan setiap satu tahun sekali. Melalui berbagai cabang lomba, peserta OlympicAD akan diuji kemampuan, gagasan, dan keterampilannya dalam memecahkan masalah, serta kemampuannya membangun jaringan dalam bidang pendidikan.

“OlympicAD VI tahun 2019 ini mengambil tema, membangun sinergi dalam mewujudkan pendidikan Muhammadiyah berkemajuan di era revolusi industri 4.0,” terang Baedhowi.
Ia mengatakan, pemilihan tema tersebut sebagai motivasi kepada para siswa dan guru Muhammadiyah untuk mewujudkan pendidikan Muhammadiyah yang modern, unggul, mencerahkan-berkemajuan, dan holistik integratif. Makna holistik integratif, yakni mulai dari karakter, baca alquran, pengetahuan, olahraga dan seni baca alquran.

OlympicAD3
FOTO/DOK

“Di ajang OlympicAD VI ini, proses pembentukan karakter dibentuk, mulai dari olahraga, olah rasa, olah pikir dan olah hati,” tegas Baedhowi.

Dikatakan, OlympicAD Nasional VI ini diamanahkan kepada Majelis Dikdasmen Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jateng, dengan tempat penyelenggaraan di Kampus Unimus. Diimbuhkan, dua tahun yang lalu OlympicAD dilaksanakan di Lampung dengan Juara pertama Jatim, juara kedua Jateng, dan juara ketiga dari Yogyakarta.

Lebih lanjut disampaikan, dalam ajang OlympicAD setiap cabang yang dilombakan diproyeksikan memberikan kontribusi secara signifikan bagi pengembangan bakat dan minat peserta. Lomba yang diikuti siswa dan guru dirancang untuk menguji kemampuan mereka dalam berkompetisi secara sportif sehingga mampu meningkatkan kemampuan dan kepercayaannya.

Baca : Atlet UNS Pimpin Perburuan Emas, Pomprov Panjat Tebing Jateng

Sementara, untuk kepesertaan diikuti oleh Pimpinan Majelis Dikdasmen Pimpinan Wilayah Muhamamdiyah seluruh Indonesia, kepala Sekolah/Madrasah Muhammadiyah seluruh Indonesia, guru Sekolah/Madrasah Muhammadiyah seluruh Indonesia, siswa Sekolah/Madrasah Muhammadiyah seluruh Indonesia.(Budi Santoso)

OlympicAD4
FOTO/DOK

Baca : Anggota Kopassus Duel Lawan 2 Pencuri dan Berhasil Sita Motor

Editor : Sri Hartanto

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here