SMP Negeri Di Wonogiri Sebar Angket Lima Hari Sekolah, Sebagian Besar Responden Setuju

survei-smp-wonogiri
MEMBACA BUKU : Sejumlah siswa membaca buku di perpustakaan SMP 6 Wonogiri, Kabupaten Wonogiri, baru-baru ini. (suaramerdekasolo.com/Khalid Yogi)

WONOGIRI,suaramerdekasolo.com – Setiap SMP Negeri di Kabupaten Wonogiri telah menggelar polling atau menyebar angket untuk menghimpun pendapat mengenai rencana penerapan lima hari sekolah. Sampai saat ini, proses penyebaran angket tersebut sudah mencapai sekitar 80 persen. Sebagian besar responden menyatakan setuju diadakannya lima hari sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Wonogiri Yuli Bangun Nursanti menerangkan, satuan pendidikan bisa melaksanakan pembelajaran selama 40 jam dalam seminggu. Penerapan lima hari sekolah di SMA dan SMK selama ini bisa berjalan dengan baik. Oleh karenanya kebijakan serupa juga tengah dikaji untuk SMP.

Baca : SMP Al Azhar Syifa Budi Salurkan Ratusan Buku

Baca : Duh, SMPN 3 Jatipuro Hanya Dapat 52 Siswa Baru

Untuk itu, setiap SMP Negeri di kabupaten tersebut kini menyebar angket untuk mengetahui setuju atau tidaknya responden terhadap rencana lima hari kerja. Angket disebarkan kepada siswa, orang tua siswa, guru, komite sekolah, dan masyarakat yang berkaitan dengan satuan pendidikan tersebut. “Sampai saat ini sudah 80%. Sebagian besar setuju,” katanya, Selasa (5/11).

Dia mengungkapkan, penerapan lima hari sekolah harus memperhatikan beberapa aspek. Antara lain ketersediaan tenaga pendidikan dan kependidikan, kearifan lokal, ketersediaan sarana dan prasarana, serta kesepakatan dengan komite dan masyarakat terkait. “Kearifan lokal di Kecamatan Karangtengah tentu beda dengan Wonogiri kota. Ketersediaan sarana prasarana juga dipertimbangkan, seperti kantin, Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), transportasi, dan sebagainya,” terangnya.

Jika proses pengangketan telah selesai seluruhnya, pihaknya akan melaporkan hasilnya kepada Pemkab Wonogiri. Adapun penerapannya dilakukan setelah berkonsultasi dengan Pemkab.

Baca : Siswa Kelas 1 Wonogiri Juara Festival Dalang Cilik Nasional

Baca : SD Muhammadiyah Program Khusus Surakarta Tumbuhkan Gemar Membaca melalui Kafe Literasi

Apabila kebijakan lima hari sekolah diterapkan, para siswa SMP akan pulang lebih lama satu jam pelajaran. Ketika enam hari sekolah, siswa SMP biasanya pulang sekitar pukul 13.15 WIB. Namun jika lima hari sekolah diterapkan, siswa SMP akan pulang sekitar pukul 14.15 WIB.

Kepala SMP 6 Wonogiri, Triyono mengatakan, sampai sejauh ini sebagian besar responden di sekolah tersebut setuju dengan lima hari sekolah.

“Kalau lima hari sekolah, Sabtu dan Minggunya bisa dimanfaatkan untuk kegiatan pengembangan di luar sekolah. Untuk SMP 6 Wonogiri, transportasi tidak begitu masalah karena berada di perkotaan,” katanya. (Khalid Yogi)

Baca : Guru SMP di Wonogiri Ditangkap Karena Mengedarkan Narkoba

Editor : Budi Sarmun 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here