Dua Minggu Operasi Zebra, 4.000-an kendaraan Ditilang

Operasi Zebra
PEMERIKSAAN – Kapolres AKBP Catur Gatot Efendy keliling memeriksa pasukan saat pembubaran Operasi Zebra di Mapolres Karanganyar, Selasa (5/11). (suaramerdekasolo.com/Joko DH)

KARANGANYAR,suaramerdekasolo.com  – Selama dua minggu operasi zebra, polisi menilang 4.000-an kendaraan roda dua, dan sekitar 100-an kendaraan terpaksa disita dan dikandangkan di Polres Karanganyar.

‘’Saya agak prihatin karena masyarakat masih belum sadar juga, dan baru patuh pada peraturan lalu lintas karena ada razia. Bukan karena kesadaran jika patuh itu karena toleran pada pengendara lain supaya selamat,’’ kara AKP Faris Budiman, Kasatlantas Polres Karanganyar, Selasa(5/11)

Kebanyakan kendaraan ditilang karena pengendara tidak memakai helm, atau mengendarai kendaraan tanpa Surat Izin Mengemudi (SIM) dan kelengkapan lain, termasuk pengendara anak-anak yang masih cukup banyak.

BACA : Waduh, Dua Hari 500 Pelanggar Ditilang , Operasi Zebra Candi 2019 Polres Klaten

BACA : Jangan Biarkan Anak-Anak Naik Motor, Polres Gelar Operasi Zebra

Polisi setiap saat sudah melakukan penyuluhan agar yang masih kanak-kanak diantar jemput, jangan sampai mengendarai kendaraan sendiri. Alasannya selalu klise, hanya dekat, mengantar, cari makan, dan sebagainya.

‘’Yang repot jika beralasan angkutan umum tidak ada lagi, terutama di daerah terpencil. Ini dilematis, satu sisi kasihan karena tahu di daerah tersebut memang tidak ada angkutan umum, di sisi lain aturan tetap aturan yang harus ditegakkan,’’ kata dia.

Karena itu Faris juga meminta sinergi dari Dinas Perhubungan agar ketersediaan angkutan umum bisa mendukung keselamatan berkendara bagi masyarakat, agar alasan itu tidak ada lagi sehingga tidak ada orang tua yang menyerahkan kendaraan untuk anak-anak.

Knalpot Ngebronk

Pada orang tua sendiri juga perlu ditekankan lebih lagi, untuk tidak membiarkan bahkan bangga jika anak-anak kecil sudah berani berkendara atas izin orang tuannya. Sebab bagaimanapun itu berbahaya melepas anak yang belum cukup umur berkendara.

BACA : Penerimaan Negara dari Tilang di Wonogiri Mencapai Rp 50 Juta/Minggu

BACA :Jumlah Pelanggar Aturan Lalu Lintas Naik, 2.100 Orang Terjaring Razia

Data tersebut membuktikan, pelanggaran cenderung meningkat. Itu dibanding setahun lalu. Dan angka kecelakaan cenderung turun saat digelar operasi. Jika tahun lalu ada 18 kecelakaan, maka saat operasai bisa turun hanya 14 kali, tanpa ada korban jiwa. Biasanya hanya kesalahpahaman saat memutar, atau tabrak samping.

Sedangkan kendaraan yang disita kebanyakan karena knalpot ngebronk sehingga menimbulkan bunmyi kendaraan yang justru memekakkan telinga. Dari situ saja sebetulnya sudah tidak nyaman. Ada atau tidak ada kelengkapan kendaraan, tetap saja disita dan dilepas dengan perjanjian diganti dengan peralatan standar. Jika tidak, kendaraan dimusnahkan.

Selain  itu kendaraan bodong yang memang tidak ada surat-suratnya, juga langsung disita sampai pengendaranya bisa menunjukkan sudah mengurus surat bukti kendaraan tersebut dan tidak bodong lagi. (Joko DH)

Editor : Budi Sarmun 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here