Kebijakan ASN Pakai Baju Adat DI karanganyar, Kios Baju Adat Panen Pembeli

pakaian-adat-karanganyar
BAJU ADAT : ASN di lingkungan Pemkab Karanganyar berburu baju hancinco di salah satu kios di Pasar Jungke, Rabu (6/11). (suaramerdekasolo.com/Irfan Salafudin)

*Sampai Stok Sampai Habis

KARANGANYAR, suaramerdekasolo.com – Kebijakan pemakaian pakaian adat hancinco bagi ASN laki-laki di lingkungan Pemkab Karanganyar, yang berlaku mulai Kamis (7/11) ini, membuat sejumlah ASN ramai-ramai berburu pakaian tersebut.
Di Pasar Jungke Karanganyar, kios yang menjual baju hancinco terlihat ramai didatangi ASN, Rabu (6/11).

Seperti perangkat Kelurahan Tegalgede, Kecamatan Karanganyar, yang memenuhi kios pakaian milik Ny Waluyo. Mereka memilih dan mencoba baju hancinco yang akan dibeli, apakah pas dengan ukuran badan atau tidak.

Baca : Berpakaian Adat, Pemuda-Pemudi Wonogiri Meriahkan Hari Sumpah Pemuda

Baca : Lima Ribu Legondo Dikirab Keliling Desa

“Tadi sempat cari di Pasar Matesih. Tapi stoknya habis. Akhirnya ke Pasar Jungke,” kata Sunarto, Koordinator Lingkungan Titang di Kelurahan Tegalgede.
“Sudah sejak Selasa (5/11), kami menerima surat edaran terkait penggunaan pakaian adat setiap Kamis. Ya tidak masalah, meski harus nyari ke pasar. Ini kan untuk melestarikan pakaian adat,” tuturnya.

Dia mengaku menyiapkan anggaran hingga Rp 200 ribu, untuk membeli satu stel pakaian hancinco, lengkap dengan ikat kepala dan sepatu sandalnya.

Ny Waluyo, pemilik kios, mengaku kiosnya ramai mendadak sejak Selasa. “Banyak yang mencari baju hancinco. Ya kemarin ada stok lama 50 stel. Ini sudah tinggal sedikit, karena banyak yang membeli,” katanya.

Baca : Puluhan Pelukis Hadirkan Karya Realis

Baca : Di Sukoharjo, Jokowi Dijadikan Nama Jalan Desa Kagokan

Satu stel baju hancinco, lengkap dengan ikat kepala, dia jual seharga Rp 150 ribu. “Ini suami saya berangkat kulakan lagi ke Pasar Klewer Solo, karena masih banyak yang nyari,” ujarnya.

Ny Jamil, juga penjual baju hancinco, mengaku kiosnya ramai didatangi pembeli sejak tiga hari terakhir. “Pada nyari baju hancinco. Tapi ini stok saya pas habis. Biasanya, satu stel dengan ikat kepala saya jual Rp 65 ribu sampai Rp 75 ribu, tergantung bahannya,” imbuhnya. (Irfan Salafudin) 

Baca : Jangan Ada Lagi Adegan Bal-balan Blangkon

Editor : Budi Sarmun 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here