Musim Kemarau, Debit Air Gumeng Susut Paling Parah

0
sumber-air-susut
ISI AIR: Sebuah truk tangki mengisi air di stasiun pengisian air yang ada di kompleks kantor PDAM Tirto Negoro Sragen. (suaramerdekasolo.com/Basuni Hariwoto)

SRAGEN,suaramerdekasolo.com – Musim kemarau seperti yang saat ini berlangsung, membawa dampak bagi sumber-sumber air milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirto Negoro Sragen. Dari semua sumber air itu, sumber air Gumeng mengalami susut yang paling parah. Sumber air permukaan yang ada di wilayah Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar itu pernah mengalami susut debit airnya hingga 50 persen.

Direktur Utama PDAM Tirto Negoro Supardi menyampaikan, dari 49 sumur dan sumber air yang mereka gunakan, yang sempat mengalami susut debit air paling parah adalah yang ada di Gumeng. Pada saat kemarau sumber air Gumeng debitnya mencapai 80 liter perdetik.

Baca : Terjang 7 Kecamatan, Jalan Tol Solo-Jogja Wajib Hindari Cagar Budaya dan Sumber Air

Baca : Ingin Ketahui Volume dan Kualitas Air Sumber Jenar bakal Disedot

“Karena kemarau, sumber air Gumeng turun menjadi 40-50 liter perdetik, hal ini juga sempat berimbas kepada pelayanan kepada para konsumen yang ada di wilayah Kecamatan Gondang dan Sambirejo,” kata Supardjo tatkala ditemui Rabu (6/11).

Di Sambirejo dan Gondang masing-masing ada dua sumur yang mendapat pasokan dari Gumeng namun tidak bisa terisi optimal. Hal ini berimbas kepada pelayanan kepada pelanggan. Tapi setelah ada hujan dalam beberapa hari ini, debit air di Gumeng sudah mulai normal kembali. Supardi mengungkapkan, turunnya debit-debit sumur dan sumber air juga di musim kemarau seperti sekarang ini juga dialami PDAM daerah-daerah lain.

Baca : Sumber Kemiskinan, Musim Kering Warga harus Beli Air Bersih

Baca : Jelang Penghujan, Tanaman Air Tumbuh Subur Di Aliran Anak Bengawan Solo

Supardi mengungkapkan, selain dari mata air atau sumber air permukaan, debit yang susut juga dialami sumur-sumur dalam yang dimiliki PDAM. Sumur dalam yang terpengaruh paling besar adalah yang ada di daerah Sukodono, lalu Tanon dan Sidoharjo.

Karena debit airnya susut, hal ini membuat mereka menurunkan pompa penyedot airnya. Salah satu faktor yang membuat turunnya debit air sumur dalam milik mereka adalah maraknya keberadaan sumur-sumur submersible atau sumur sibel. (Basuni Hariwoto)

Baca : Kemarau Belum Berpengaruh, PDAM Siap Optimalisasi Sumber Air

Editor : Budi Sarmun 

 

Tinggalkan Pesan