Budaya Membaca di Tanah Air, Dari 61 Negara Ururtan Nomor 60

budaya-membaca
BI CORNER – Bupati Juliyatmono berfoto di depan BI Corner di pojok gedung perpustakaan Karanganyar, Kamis (7/11).

KARANGANYAR,suaramerdekasolo.com – Budaya membaca di Tanah Air memang diakui masih sangat rendah. Penelitian dari sebuah lembaga literasi internasional, budaya membaca diteliti di 61 negara di dunia, ternyata Indonesia ada di urutan 60, terendah dibandingkan negara lain.

Penelitian Connecticut University Amerika, dari 72 negara di dunia, Indonesia ada di urutan ke 64. Juga masuk yang rendah atau masuk 10 negara dengan budaya membaca terendah. Karena itu budaya ini perlu didorong, karena dengan membaca ini akan terbuka wawasan yang diperlukan dalam pembangunan.

Hal itu terungkap saat peresmian Festival Buku yang dibuka Bupati Juliyatmono di halaman Dinas Perpustakaan dan Arsip Karanganyar, Kamis. Selain itu diresmikan pula Bank Indonesia Corner yang berisi bacaan berkaitan dengan lembaga moneter tersebut.

Baca : SD Muhammadiyah Program Khusus Surakarta Tumbuhkan Gemar Membaca melalui Kafe Literasi

Baca : Penggagas Literasi Solo Ingin Bertemu Presiden Jokowi

‘’Dengan membaca maka semua akan terang, jelas, kita tidak mudah menyalahkan orang lain karena terbukanya pengetahuan kita tentang sesuatu sehingga kita punya banyak referensi yang bisa menjadikan kita lebih arif dalam menyikapi sesuatu,’’ kata Juliyatmono.

Dia mengajak seluruh masyarakat untuk membaca. Pemerintah sudah membangun gedung perpustakaan yang bagus, ada ruang khusus anak-anak, ada ruang baca yang memungkinkan kita bersantai, ada warung di depan yang memungkinkan kita boleh membawa makanan sambil membaca.

Buka Malam 

Dia mengajak para pelajar ketika suntuk di rumah, pergi ke perpustakaan, membaca, bukan pergi ke tempat lain yang justru menambah suntuk. Dengan melampiaskan apapun dengan membaca, maka segalanya akan lebih tampak terang.

Baca : Empat pegiat literasi Kota Gaplek Jalan Kaki Wonogiri-Jakarta, Ini Tujuannya ?

Baca : Mendikbud Luncurkan Buku Karya Siswa SD Muhammadiyah PK

Dalam kesempatan itu Bupati menerima plakat dari Bank Indonesia yang diserahkan Kepala Perwakilan BI Solo, Bambang Pramono. BI sudah membangun 17 BI Corner termasuk 7 pojok dongeng yang berisi buku dongeng untuk anak-anak. BI Corner dibangun di Subosukawonosraten termasuk sekolahan untuk menanamkan pengetahuan tentang moneter pada masyarakat.

Bupati meminta pada Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip agar membuka gedung Perpustakaan Daerah Karanganyar sampai paling tidak pukul 21.00 WIB. Jika sampai malam gedung erang benderang, pertanda masih ada kegiatan baca membaca dan itu artinya masyarakat mau diajak meningkatkan kualitas dengan membaca, membaca apa saja buku yang ada di Perpustakaan. (Joko DH)

Baca : Generasi Milenial Digugah Miliki Perencanaan Keuangan

Editor : Budi Sarmun 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here