Dampak Kenaikan Tarif Premi, Peserta JKN Boyolali Ajukan Turun Kelas

bpjs-kesehatan
FOTO ILUSTRASI
BOYOLALI,suaramerdekasolo.com – Sejumlah peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Boyolali mengajukan penurunan kelas ke Kantor BPJS Kesehatan setempat. Hal itu menyusul kenaikan premi BPJS, sesuai Perpres Nomor 75 Tahun 2019 tentang Jaminan Kesehatan yang disahkan Presiden Joko Widodo pada 29 Oktober 2019 lalu. Pengajuan penurunan kelas rata- rata dilakukan peserta mandiri atau Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja (BP).
 
Salah satu peserta JKN asal Kabupaten Klaten, Wiwik Ari Susilowati, mengatakan dirinya memutuskan turun kelas dari kelas I ke kelas III. Penurunan kelas dilakuan karena tarif BPJS bakal dinaikkan. 
 
 
 
“Berat kalau tetap kelas I. Kami ada empat peserta program JKN kepesertaan PBPU. Padahal, penghasilan suami tidak tetap,” ujarnya saat ditemui di Kantor BPJS Boyolali.
 
Sedangkan Bambang Sri asal Kecamatan Simo, Boyolali mengaku masih bingung. Pasalnya dia baru mendaftar program JKN jalur PBPU tiga bulan lalu. Dia mendaftar untuk faskes kelas I. “Ingin  turun kelas tapi katanya baru bisa dilakukan setelah kepesertaan berjalan setahun.” 
 
 
Menurut Kepala Kantor Cabang BPJS Kesehatan Boyolali, Juliansyah, sejak Perpres diteken akhir Oktober lalu, rata-rata ada dua orang per hari yang mengurus penurunan kelas. Sementara di minggu awal November jumlahnya menjadi sepuluh orang per hari dari rata-rata kunjungan 152 orang. 
“Pengajuan penurunan kelas paling banyak terjadi pada peserta kelas II ke kelas III,” ujarnya. (Joko Murdowo)
 
 
Editor : Budi Sarmun 
 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here