Delapan Kecamatan di Klaten Rawan Banjir

Latihan-Penanganan-Bencana

KLATEN,suaramerdekasolo.com – Menjelang datangnya musim hujan yang dperkirakan mulai pertengahan November 2019, BPBD Klaten meminta masyarakat yang tinggal di kawasan rawan banjir untuk waspada.

Menurut Kepala Pelaksana BPBD Klaten Sip Anwar, beberapa kecamatan di Klaten rawan ancaman bencana banjir antara lain Kecamatan Prambanan, Gantiwarno, Wedi, Bayat, Cawas, Karangdowo, Trucuk, dan Juwiring.

”Daerah itu seperti berada di cekungan antara pegunungan di sisi selatan dan dataran lebih tinggi di sisi utara. Jadi saat terjadi hujan deras, daerah itu akan menerima air dari pegunungan Gunung Kidul dan dari daerah utara,” kata Sip Anwar.

Baca : Klaten Contoh Kolaborasi Pentahelix Mitigasi Banjir

Baca : Kali Pepe Meluap, Kawasan Ngemplak Kebanjiran

Kawasan rawan banjir berada di wilayah perbatasan paling selatan, air dari gunung dan dari utara berkumpul di sana sehingga menggenangi di daerah-daerah tersebut. 

”Untuk itu masyarakat juga kami akan untuk membentuk Destana atau Desa Tangguh Bencana. Warga diminta partisipasi, membantu bisa terjadi bencana,’’ ujar Sip Anwar.

Masyarakat dan relawan juga sudah melakukan antisipasi dengan perbaikan tanggul yang rusak dan pembersihan sungai dari sampah yang bisa mengakibatkan aliran air tidak lancar.

BPBD sendiri sudah menyiapkan bronjong bawat dan karung untuk perbaikan tanggul yang rusak. Selain itu, Balai Besar Sungai Wilayah Bengawan Solo (BBWSBS) juga sudah aktif melakukan antisipasi.(Merawati Sunantri)

Baca : Kalianyar Meluap, Belasan Rumah Warga Terendam Banjir

Editor : Budi Sarmun 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here