Hujan Deras Yang Guyur Karanganyar Belum Atasi Kekeringan

Bantuan-air-bersih
AIR BERSIH -- Bantuan air bersih di desa Ngrawan, Krendhowahono, Gondangrejo, Klaten. (suaramerdekasolo.com/Joko DH)

*Distribusi Air Bersih Tetap Berjalan Sampai Dinihari

KARANGANYAR,suaramerdekasolo.com —Kendati hujan sudah mulai turun di lereng Lawu, ternyata belum mampu mengatasi kekeringan yang terjadi selama musim kemarau panjang ini. Kekeringan justru semakin meluas. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)  Kabupaten Karanganyar masih terus  mengirimkan bantuan air bersih ke empat kecamatan yang dilanda kekeringan di Kabupaten Karanganyar setelah Camat setempat mengirimkan surat agar dilakukan dropping air bersih..

Selain itu, wilayah yang mengalami kekeringan dan meminta bantuan air bersih terua meluas, terakhir meluas  ke Desa Malanggaten, Kecamatan Kebakkramat yang kades dan warganya teriak-teriak minta pengedropan air.

Sebelumnya di Kecamatan Kebakkramat hanya Desa Kaliwuluh yang mengajukan permohonan bantuan air bersih. Warga sebetulnya sudah mulai gembira saat hujan mulai mengguyur. Bahkan dua kali tercatat intensitasnya cukup deras meski hanya sekitar setengah jam saja dan disertai angin ribut. Hujan yang mengguyur sejumlah wilayah Kabupaten Karanganyar ternyata belum mengatasi kekeringan yang dialami warga..

Data di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karanganyar, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar beserta 60-an donatur sudah menyalurkan 403 tangki air bersih atau setara 2.375.000 liter air bersih ke 17 dusun di empat kecamatan.

Data tersebut memang sedikit berbeda dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang mencatat hanya empat tangki perhari sejak kemarau mulai terasa. Pendonor air kebanyakan memang langsung mengambil air dari mobil keliling yang memasok air, bukan dari PDAM langsung.

Prihanto Dirut PDAM yang dimintai konfirmasi menyebutkan air PDAM sendiri saat ini menyusut meski tetap dalam batas bisa diatasi debngan memaksimalkan sumber sehingga pasokan ke pelanggan yang jumlahnya sekitar 64.000-an masih terjaga.

Hindari Antrean

Sekretaris BPBD Kabupaten Karanganyar, Hendro Prayitno,mewakili Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Karanganyar, Bambang Djatmiko, menyampaikan BPBD Kabupaten Karanganyar melayani hingga empat kali pengiriman ke sejumlah kecamatan yang dilanda kekeringan.

‘’Kami masih mengirim air bersih terutama ke Kecamatan Jumapolo di Desa Jatisobo, Kwangsan dan Desa lainnya, seperti desa Ngrawan, Gondangrejo, dan lainnya. Sudah turun hujan tetapi  belum sering, sehingga cadangan air di tanah belum terisi. Kami membuat jadwal pengiriman air. Lokasi pengiriman tambah ke Malanggaten. Itu permintaan baru. Air bersih untuk kebutuhan konsumsi. Sudah kirim satu pekan ini,” katanya .

BPBD Kabupaten Karanganyar mengambil air bersih untuk didistribusikan kepada warga yang membutuhkan dari sumber air yang dikelola PUDAM Tirta Lawu Karanganyar di Kelurahan Popongan, Kecamatan Karanganyar. Saat pendistribusian, sejumlah anggota BPBD mengalami kendala. Salah satunya adalah belum semua warga di wilayah terdampak bencana alam kekeringan membuat tandon air.

Ini yang mengakibatkan air akhirnya terpaksa didistribusikan langsung ke warga yang terpaksa mengantri. Kalau ada tanbdon Pamsimas, biasanya air bantuan dimasukkan ke tandon dan warga tinggal mengambil lewat pipa distribusi yang ada di rumah, sehingga tidak ada antrean.

‘’Kami pernah kirim  air sampai malam pukul 00.00 WIB. Itu untuk mengisi tandon air warga. Ada yang bikin tandon dari terpal dan itu yang kami isi. Tetapi ada yang tidak membuat sehingga melayani satu demi satu karena warga harus antre membawa wadah air ke tangki yang kami sediakan. Sebetulnya tidak apa-apa, hanya kesannya kalau ada antrean itu lebih dramatis, lebih gawat. Itu yang kami hindari. Tapi karena belum ada tandon, apa boleh buat, jadi lama,’’ ujar dia.(Joko DH)

Editor : Budi Sarmun

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here