Atap Paud Harapan Bangsa Yang Dulu Diresmikan Joko Widodo Roboh, Siswa Belajar Di Luar Kelas

bangunan-paud-roboh
ATAP RUSAK: Atap PAUD Harapan Bangsa roboh, Senin (11/11). Kondisi ini membuat para siswa belajar di luar ruangan. (suaramerdekasolo.com/Ari Purnomo Apl)

SOLO,suaramerdekasolo.com – Atas sekolah pendidikan anak usia dini (PAUD) Harapan Bangsa di Jagalan, Jebres, roboh. Kondisi ini membuat para siswa terpaksa harus belajar di luar ruang kelas. Kerusakan atap sudah terjadi sejak awal tahun lalu, tapi sampai saat ini belum ada tindakan untuk perbaikan.

Kepala Sekolah PAUD Harapan Bangsa, Sri Wahyuningsih mengungkapkan, robohnya atap kelas suda terjadi pada Januari lalu. Tepatnya pada tanggal 26 Januari 2019. Beruntung, saat atap roboh sekolah masuk musim liburan, sehingga tidak ada siswa maupun guru yang beraktivitas.

“Sebenarnya kami sudah menyampaikan kondisi bangunan kepada pemerintah maupun kepada dinas pendidikan. Tapi sampai atap roboh dan sampai sekarang belum juga ada tindakan,” katanya saat ditemui di sekolah, Senin (11/11).

Sri menambahkan, sejak robohnya atap kelas para siswa yang berjumlah puluhan anak terpaksa belajar di luar kelas. Pasalnya, kelas yang sebelumnya dijadikan tempat belajar mengajar sudah tidak bisa digunakan.

bangunan-paud-roboh2

Selain itu, kondisi bangunan juga membuat banyak orang tua yang tidak jadi mendaftarkan anaknya ke PAUD Harapan Bangsa.

“Mungkin orang tua takut setelah melihat kondisi bangunan. Jadi penurunan jumlah siswa cukup signifikan, mencapai lebih dari 50 persen. Sekarang siswanya tidak sebanyak dulu,” katanya.

Bangunan yang digunakan untuk PAUD, kata Sri, sebelumnya merupakan TK LKMD. Kemudian pada tahun 2006 bangunan yang sudah berusia lebih kurang 40 tahun itu digunakan untuk PAUD Harapan Bangsa. Kemudian bangunan diresmikan oleh Wali Kota Solo Joko Widodo.

“Bangunan ini memang bangunan lama, usianya lebih kurang 40 tahun. Dulu digunakan untuk TK LKMD, kemudian digunakan untuk PAUD ini,” ucapnya.

Terpisah, Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo mengatakan, bahwa Pemkot tidak bisa berbuat banyak dengan kondisi bangunan PAUD. Mengingat, PAUD tersebut merupakan sekolah swasta. Sehingga, Pemkot tidak bisa menggunakan anggaran untuk perbaikan.

“Itu bangunannya memang berdiri di tanah milik pemerintah, tapi kalau sekolahnya kan swasta. Jadi kami tidak bisa menggunakan anggaran untuk perbaikan. Nanti malah menyalahi,” ucapnya. (Ari Purnomo Apl)

Editor : Budi Sarmun

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here