Bayar Retribusi Di Pasar Sambi Tinggal Tempelkan Kartu, Pemberlakukan E-Retribusi

-e-retribusi-pasar-sambi
TEMPEL KARTU: Bupati Seno Samodro melihat petugas memperagakan pembayaran e-retribusi di Pasar Sambi, Boyolali. (suaramerdekasolo.com/Joko Murdowo)

BOYOLALI,suaramerdekasolo.com – Pedagang di pasar tradisional di Boyolali tak lagi menggunakan uang receh untuk membayar retribusi. Mereka cukup menempelkan kartu.

Hal itu seiring dengan diluncurkannya pembayaran retribusi secara elektronik atau e-retribusi. Peluncuran kartu e-retribusi ini dilakukan secara langsung oleh Bupati Boyolali, Seno Samodro di halaman Pasar Sambi, Kecamatan Sambi, Senin (11/11).

“Ini bagian dari Smart City yang saya gembar- gemborkan sebelumnya,” katanya usai meresmikan e-retribusi.

Dijelaskan, dengan sistem baru tersebut maka uang yang beredar semakin sedikit. “Semuanya menggunakan teknologi, berarti angka kriminalitas pasti akan turun karena petugas pasar tak perlu membawa uang hasil penarikan retribusi setiap hari.”

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Boyolali, Karsino menambahkan, E-retribusi merupakan cara pemungutan retribusi pedagang pasar dengan menggunakan kartu. Intinya, pedagang tidak lagi membayar retribusi yang ditukar dengan karcis.

Tetapi cukup dengan cara menggesek kartu e-retribusi ke perangkat elektronik yang dibawa petugas. Dengan cara ini, maka saldo pedagang akan berkurang sesuai nilai retribusi yang perlu dibayarkan.

“Penerapan e-retribusi ini mengandung maksud untuk peningkatan pendapatan juga penertiban pada Sumber Daya Manusia (SDM) kami di lingkungan pasar.”

Ditambahkan, untuk saat ini e-retribusi menyasar 64 pedagang kios yang berada di kios Pasar Sambi. Diwacanakan program tersebut akan terus berlanjut ke Pasar Boyolali Kota, Pasar Sunggingan dan Pasar Karanggede.

Penerapan kegiatan ini untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di tahun berikutnya sekaligus bisa bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat Boyolali.

Adapun mekanisme pelaksanaan sistem e-retribusi, yakni setiap pemilik kios akan diberikan sebuah kartu. Pengisian saldo untuk kartu tersebut bisa melalui top up (isi ulang) atau dipotong langsung dari saldo tabungan di Bank Jateng.

Setiap hari akan ada petugas yang berkeliling ke kios-kios untuk melakukan penarikan kepada pedagang. (Joko Murdowo)

Editor : Budi Sarmun

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here