Tuntut Pembayaran PHK, Seribuan Karyawan Tyfountex Datangi Disnaker

0
GERUDUK DISNAKER : Seribuan karyawan PT Tyfountex yang di PHK mendatangi Diskaner Sukoharjo untuk menuntut pembayaran uang PHK, Senin (11/19). (Suaramerdekasolo.com/Heru Susilo)

SUKOHARJO,suaramerdekasolo.com – Seribuan eks karyawan PT Tyfountex Kartasura mendatangi Kantor Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Sukoharjo, Senin (11/19).
Kedatangan mereka untuk menuntut kejelasan uang pembayaran PHK dari perusahaan. Sebab sudah beberapa waktu lamanya, uang tersebut belum dibayar sesuai dengan kesepakatan. Yakni sebanyak 30 kali.
“Kami datang ke Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja untuk mediasi soal pembayaran pesangon karena perusahaan menawarkan opsi baru, yakni pesangon dibayarkan 60 kali,” jelas Koordinator Mantan Karyawan Tyfountex, Cahyo Widodo.
Dikatakan, sesuai kesepakatan awal, pesangon karyawan yang terkana PHK akan dibayarkan 30 kali oleh perusahaan. Kesepakatan itu sudah berjalan beberapa bulan. Namun, pembayaran pesangon mengalami kemacetan karena untuk bulan September dan Oktober pesangon belum dibayar hingga kini. Untuk itulah karyawan yang terkena PHK mengadu ke dinas.
Menurutnya, karyawan menuntut agar pesangon untuk bulan September dan Oktober dibayarkan dulu, bukan malah menawarkan opsi lain. Cahyo mengaku, PHK sendiri tidak bersamaan sehingga ada yang baru mendapatkan satu kali pembayaran pesangon, ada yang empat kali, dan lainnya. Namun, untuk bulan September dan Oktober semua pesangon mantan karyawan belum dibayar sama sekali.
“Kesepakatan 30 kali saja sudah macet, apalagi kalau 60 kali, siapa yang mau menjamin perusahaan akan mematuhi kesepakatan,” tandas Cahyo.
Sekretaris Koordinator Mantan Karyawan Tyfountex Susanto menambahkan, saat ini total karyawan yang terkena PHK sudah mencapai 1.100 orang. Nilai pesangon yang diterima berbeda-beda tergantung masa kerja. Ada yang Rp30 juta, Rp50 juta, Rp90 juta dan lainnya. Menurutnya, sebagian besar mantan karyawan tersebut memiliki masa kerja cukup lama, bahkan ada yang sudah 20 tahun.
“Kami ingin kejelasan pesangon untuk September dan Oktober dulu. Kalau perusahaan malah meminta pesangon sibayar 60 kali. Kami pun juga bisa menuntut pesangon agar dibayarkan satu kali, “cash”, sesuai aturan,” tegasnya. (heru susilo)

EDITOR : Budi Santoso 

Tinggalkan Pesan