4 Posko Longsor dan 2 Posko Banjir Disiapkan BPBD Karanganyar Antisipasi Bencana Alam

jalan-tembus
JALAN TEMBUS : Kendaraan melintasi ruas jalan tembus Tawangmangu-Magetan. Beberapa titik di ruas jalan tersebut rawan longsor, sehingga perlu diambil langkah antisipasi oleh pihak terkait untuk mencegahnya. (suaramerdekasolo.com/Irfan Salafudin)

KARANGANYAR,suaramerdekasolo.com. Empat posko pemantau longsor dan dua posko pemantau banjir disiapkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar, untuk mengantisipasi bencana di musim hujan tahun ini.

Empat posko pemantau longsor adalah posko induk di di markas BPBD, posko Matesih untuk memantau area Matesih dan Karangpandan, posko Ngargoyoso untuk pantauan area Ngargoyoso dan Jenawi, serta posko Jatiyoso untuk memantau kawasan 4J (Jatiyoso, Jatipuro, Jumantono dan Jumapolo).

Sedangkan dua posko pemantau banjir akan berlokasi di wilayah Kecamatan Jaten dan Kebakkramat.

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Karanganyar Bambang Djatmiko mengatakan, berdasarkan prakiraan Badam Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), intensitas hujan di Karanganyar akan tinggi pada dasarian dua di bulan November ini.

“Informasi-informasi ini kami sampaikan ke masyarakat, agar lebih waspada. Terutama yang berdomisili di kawasan rawan bencana. Sehingga mereka tidak lengah,” katanya.

BPBD, lanjutnya, juga menyiagakan seluruh personel dan peralatannya, untuk berjaga-jaga jika sewaktu-waktu diperlukan.

“Untuk kawasan rawan longsor, kami sudah meminta agar relawan yang bertugas di posko pantauan selalu melaporkan perkembangan. Mereka juga memantau ke lapangan. Jika terdeteksi ada retakan tanah, segera laporkan, agar bisa ditindaklanjuti,” tuturnya.

Retakan tanah, biasanya akan muncul di kawasan rawan longsor setelah hujan-hujan di awal musim. “Mana daerah yang muncul retakan, agar segera dilaporkan,” tandasnya. (Irfan Salafudin) 

Editor : Budi Sarmun 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here