6.000 Bungkus Rokok Ilegal Disita di 2019, Operasi Gabungan Cukai Klaten

razia-cukai-klaten
OPERASI GABUNGAN: Operasi gabungan pemberantasan rokok ilegal dilaksanakan di Kabupaten Klaten, Senin (11/11). (suaramerdekasolo.com/Achmad H)


KLATEN,suaramerdekasolo.com – Sebanyak 6.000 bungkus rokok ilegal diamankan tim gabungan selama tahun 2019 di wilayah Kabupaten Klaten. Bungkus rokok sebanyak itu diamankan sejak bulan Januari sampai November.

“Jumlah total yang berhasil diamankan tahun ini sekitar 6.000 bungkus,” jelas Kepala Bidang Penegakan Perda Satpol PP Pemkab Klaten, Poniman, Senin (11/11) pada wartawan saat memimpin operasi gabungan.

Operasi dimulai pukul 09.00 sampai 14.00 WIB. Petugas dibagi menjadi dua tim dengan jumlah sekitar 12 orang tiap tim. Tim dibagi dua ke arah timur dan arah barat. Petugas mendatangi satu per satu warung yang dicurigai ada rokok ilegal.

Menurut Poniman jumlah yang diamankan sebanyak itu lebih sedikit dari yang diamankan tahun 2018. Namun karena masih ada waktu dua bulan, hasil razia tahun 2019 diyakini tidak akan jauh berbeda dengan 2018 yang mencapai 8.000 bungkus.

Jumlah sebenarnya diyakini lebih banyak sebab harga murah dan dijual dengan cara sembunyi-sembunyi. Kegiatan pemberantasan rokok ilegal itu sebenarnya bukan kegiatan baru sebab sudah tiga tahun terakhir dilaksanakan bersama-sama.

Tim yang terdiri dari Satpol PP, kantor Bea Cukai, Polres Klaten, Kodim, dan OPD Pemkab Klaten lainnya terus bergerak. Dalam kegiatan operasi itu, Satpol sifatnya hanya membantu penyelidikan di lapangan. Penindakan sepenuhnya menjadi kewenangan Bea Cukai.

Dua Tim

Namun Satpol dan OPD Pemkab lain bergerak menurut Poniman tidak sembarangang karena ada SK Bupati untuk ikut terlibat. Dia mengatakan dari dua tim yang melakukan operasi hanya didapatkan 200an bungkus. Sebab satu tim tidak mendapatkan barang bukti.

Minimnya jumlah yang berhasil diamankan kemungkinan karena sudah banyak laku terjual karena tahu cukai akan naik. Rokok sebanyak 200an bungkus itu ilegal karena tidak ada cukai sesuai UU 39/ 2007 Tentu Cukai.

Dampaknya merugikan negara karena tidak membayar cukai. Pedagang yang kedapatan menjual rokok ilegal dikenai pembinaan dan penyitaan. Setelah membuat surat pernyataan barang disita negara dan akan dimusnahkan.

Selama tiga tahun dilaksanakan operasi gabungan, baru sekali didapatkan jumlah besar di lokasi wilayah Kecamatan Wedi. Saat itu rokok baru saja diturunkan dan langsung disergap petugas.

Pemilik toko kelontong di Desa Tawangrejo, Kecamatan Bayat, Nardi mengaku terkejut tokonya didatangi petugas. Sebab selama ini tidak perlu menjual rokok ilegal. Tokonya selama ini menjual rokok yang resmi sebab yang ilegal sulit laku.

Tokonya sering ditawari salesman berbagai rokok tidak terkenal dengan harga murah tapi ditolaknya sebab berisiko tidak laku. Rokok resmi lebih mudah menjual sebab warga sudah hapal merek dan rasanya sehingga tidak mau coba-coba. (Achmad H)

Editor : Budi Sarmun

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here