Angin Kencang Menerjang Girimarto, Nahas Sebuah TK Tertimpa Pohon

angin-kencang-wonogiri
MEMBERSIHKAN POHON : Sejumlah warga membersihkan pohon yang tumbang melintang jalan di Desa Jendi, Kecamatan Girimarto, Kabupaten Wonogiri, Senin sore (12/11). (suaramerdekasolo.com/Dok)

WONOGIRI,suaramerdekasolo.com – Bencana angin kencang menerjang sebagian wilayah Desa Jendi, Kecamatan Girimarto, Kabupaten Wonogiri, Senin sore (11/11). Akibat kejadian itu, beberapa rumah mengalami kerusakan dan sebuah Taman Kanak-kanak (TK) tertimpa pohon.

Kepala pelaksana harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonogiri Bambang Haryanto mengatakan, hujan dengan intensitas tinggi turun di wilayah tersebut, sekitar pukul 14.30. “Hujannya disertai dengan angin kencang. Mengakibatkan sejumlah pohon tumbang dan beberapa atap rumah mengalami kerusakan,” katanya.

Paling tidak ada delapan rumah yang rusak akibat terpaan angin kencang di Desa Jendi. Antara lain rumah milik Kartodikromo Suyat, Abdul Rohim, Samiyem, Samiko, Sukatman, Pardi, dan Darni warga Dusun Nglorog serta Karmanto warga Dusun Losari desa setempat.

Baca : Rumah Ambruk, Pohon Tumbang Usai Hujan Deras Dan Angin Kencang di Mojolaban

Baca : Angin Kencang Terjang 5 Kecamatan Di Karanganyar, Puluhan Rumah Alami Kerusakan

Selain itu, sebuah gedung TK tertimpa pohon sengon, sehingga bagian atapnya mengalami kerusakan. Kerugian yang dialami TK tersebut ditaksir mencapai Rp 12 juta. Adapun jumlah kerugian yang dialami akibat kerusakan rumah ditaksir mencapai Rp 11,5 juta.

Tidak ada korban jiwa dalam musibah itu. Adapun upaya penanganan dilakukan oleh masyarakat dibantu relawan Desa Tangguh Bencana. “Kami telah mengirimkan bantuan berupa logistik untuk kegiatan pemulihan dampak bencana,” terangnya.

Baca : Angin Kencang Bertiup di Tawangmangu, Satu Rumah Dilaporkan Rusak

Baca : Angin Kencang Rusak Belasan Rumah Warga Keden Kulon Sragen

Sementara itu, BPBD Wonogiri telah melakukan fasilitasi pembentukan dua Desa/Kelurahan  Tangguh Bencana Klasifikasi Pratama. Keduanya adalah Desa Suci (Kecamatan Pracimantoro) dan Kelurahan Wonokarto (Kecamatan Wonogiri).

Pembentukan Desa/Kelurahan Tangguh Bencana itu diisi dengan pendampingan dan pelatihan kepada sekitar 30 orang peserta di setiap desa/kelurahan. Adapun materi yang disampaikan, antara lain manajemen dasar kebencanaan, ppotensi relawan penggerak ketangguhan masyarakat, pembuatan peta rawan bencana, kajian risiko, dan rencana tindak lanjut. (Khalid Yogi)

Baca : Duh, Merapi Merbabu Diterjang Angin Kencang

Editor : Budi Sarmun 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here