Dosen UNS Temukan Filter Air Bisa Atasi Pencemaran Ciu dan Limbah Batik

pakar-kimia-air-uns

SOLO suaramerdekasolo.com – Sejumlah permasalahan air Bengawan Solo yang diolah menjadi air baku yang tercemari berbagai bahan polutan berbahaya bisa diatasi dengan alat sederhana yang dikembangkan oleh pakar kimia air asal Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Prof Dr Pranoto MSi.

Dengan alat bernama Pran’s Water Filter (PWF) yang harganya sangat murah,  air bengawan solo yang tercemar limbah berbahaya dari pabrik batik maupun limbah ciu. 

“Dengan ditambahkan alat sederhana yang saya kembangkan, air Bengawan Solo yang diolah PDAM menjadi air baku untuk didistribusikan masyarakat akan bebas dari logam berbahaya,  bakteri coli bahkn limbah alkohol, ” kata Prof Pranoto ketika ditemui wartawan. 

Baca : Sungai Bengawan Solo Tercemar

Dikemukakan, alat sederhana tersebut dikembangkannya dengan biaya yang sangat murah yakni tak samai Rp 200 ribu. Alat tersebut hanya perlu ditambahkan pada proses penyaringan yang telah dilakukan PDAM. Selain murah, alat yang dinamainya lempung aktif tersebut juga bisa berkali kali dipakai sehingga sangat murah.  

Ia mengemukakan,  dengan alatnya  tersebut,  kandungan logam berat dari limbah batik berupa chrom (Cr)  dan kadmium (Cd)  bisa tersaring dengan baik. Demikian halnya bakteri e coli yang biasanya terdapat dalam sungai pun mati ketika melalui saringan air tersebut. Sebab saringan akan menghasilkan ait daengan ph 11 yang membuat air menjadi basa  dan mematikan e coli. 

Alkohol dari limbah ciu yang beberapa waktu juga dikabarkan mencemari air Bengawan Solo menurut Pranoto bisa disaring dengan baik oleh peralatan tersebut. 

Bau dari air juga bisa dihilangkan karena alat engolah air bersih itu dilengkapi carbon aktif

Baca : Warga Kluwih, Bulu Sulap Bantaran Bengawan Solo Jadi Taman

“Alat ini sangat efektif untuk menyaring air yang tercemar alkohol atau ciu dengan harga sangat murah dan bisa dipakai berkali kali.  Setiap kali menyaring 500.000 liter air,  hanya perlu dicucui ulang lalu dipakai lagi penyaringnya,” katanya. 

Alat yang dikembangkan Pranoto ada empat macam yang kesemuanya berbasis pada penggunaan material lempung aktif. Lempung tersebut terbuat dari gunung vulkanik yang tinggi kandungan andisol, silikat dan aluminat. Dengan ketiga bahan tersebut,  lempung tersebut mampu menyerap berbagai bahan cemaran yang terdapat dalam air.

Tanah lempung tersebut selanjutnya diaktifkan dengan cara dibakar seperti halnya gerabah.  

Baca : Jelang Penghujan, Tanaman Air Tumbuh Subur Di Aliran Anak Bengawan Solo

Dengan modifikasi sedemikian rupa,  alat tersebut bisa dimanfaatkan untuk memfilter air dengan berbagai model. 

Ditambahkan,  setelah air sungai yang tercemar diolah menjadi air bersih,  bisa dilakukan penyaringan tahap selanjutnya sehingga bisa menjadi air baku yakni dengan menambahkan bioremediasi yakni bakteri baik yang mampu memecah logam berat berbahaya. Saat ini,  lanjutnya,  Pranoto tengah memproses hak paten dari alat tersebut. (Evie Kusnindya)

Baca :  Duh, Lampu Taman Kota Solo Sering Dirusak

Editor : Budi Sarmun 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here