Penyusutan Waduk Gajah Mungkur, Jalur Wuryantoro-Baturetno Muncul Lagi

jembatan-wuryantoro-wonogiri
MELINTASI JEMBATAN : Seorang pengendara melintasi bekas jembatan yang mengering di Kelurahan/Kecamatan Wuryantoro, Kabupaten Wonogiri, baru-baru ini. (suaramerdekasolo.com/Khalid Yogi)

WONOGIRI,suaramerdekasolo.comMusim kemarau di Kabupaten Wonogiri tahun ini merupakan yang terpanjang dalam beberapa tahun belakangan. Fenomena itu menyebabkan penyusutan Waduk Gajahmungkur lebih luas dari pada tahun sebelumnya.

Alhasil, beberapa jalan yang selama ini terendam air waduk, kini kembali muncul karena permukaan tanahnya mengering. Salah satunya jalur dari Pasar Wuryantoro, Kecamatan Wuryantoro sampai ke Desa Talunombo, Kecamatan Baturetno.

“Waduknya banyak yang mengering. Bahkan, jalur dari Wuryantoro-Baturetno yang selalu terendam, sekarang mengering sampai bisa dilewati sepeda motor. Padahal, musim kemarau tahun lalu jalur ini tetap terendam air,” kata Sutar (39) warga Kecamatan Baturetno.

Baca : Jalur Lama Eromoko-Baturetno Bisa Dilewati Lagi, Ini Penyebabnya?

Baca : Waduk Lalung Karanganyar Mengering, Debit Air Tinggal 700.000 Meter Kubik

Sebagian besar jalur itu hanya menyisakan jalan setapak, tetapi masih bisa dilewati sepeda motor. Bahkan, beberapa rombongan pencari rumput bisa menggunakan truk hingga ke tengah waduk yang mengering.

Perjalanan sepeda motor menyeberangi Waduk Gajahmungkur dari Pasar Wuryantoro sampai Baturetno memakan waktu sekitar setengah jam. Hal itu karena sebagian besar jalurnya kini tinggal menyisakan jalan setapak. Bahkan, sebagian di antaranya tertutupi semak belukar dan rumput ilalang. “Kadang harus menerabas semak-semak karena tidak ada jalan setapaknya,” imbuhnya. (Khalid Yogi)

Baca : Waduk Delingan Mengering , Petani Untung-untungan Garap Lahan Kosong

Editor : Budi Sarmun 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here