Peringati Hari Pahlawan, Lorin Group Gelar Napak Tilas Semangat Kepahlawanan

lorin-group-napak-tilas-hari-pahlawan2

 

SOLO,suaramerdekasolo.com –  Memperingati Hari Pahlawan, Lorin Group menggelar acara yang bertajuk Napak Tilas Semangat Kepahlawanan pada hari Senin, 11 November 2019. Diikuti oleh kurang lebih 30 orang karyawan-karyawati Lorin Solo Hotel dan Syariah Hotel Solo, serangkaian acara digelar untuk memaknai kembali semangat kepahlawanan.

Kegiatan dimulai dengan mengunjungi Ibu Eko Setiyoasih, pendiri sekaligus pengelola Sekolah Luar Biasa (SLB) Anugerah, Colomadu. Saat ini tak kurang dari 100-an anak berkebutuhan khusus diasuh oleh Ibu Eko.

“Pengabdian Ibu Eko yang dengan sukarela mendidik dan mengajarkan anak berkebutuhan khusus terutama dari keluarga tidak mampu untuk bisa mandiri merupakan alasan kami kenapa memilih Ibu Eko sebagai tokoh pahlawan masa kini yang pantas untuk diteladani”, demikian dijelaskan Dhani Wulandari selaku Public Relations Manager Lorin Solo Hotel seperti dalm rilisnya yang diterima suaramerdekasolo.com, Selasa (12/11).

Selain berbincang langsung dengan Ibu Eko dan anak-anak SLB, dalam kesempatan kali ini manajemen Lorin Group juga memberikan bingkisan berupa paket sembako.

Eko sendiri menuturkan bahwa perjalanan SLB menjadi seperti sekarang bukan perkara mudah, banyak sekali kendala yang dihadapi terutama terkait masalah pendanaan, namun niat baik pasti mendapatkan jalan. Pelan namun pasti keberadaan SLB anugerah kini semakin diakui oleh masyakarat.

lorin-group-napak-tilas-hari-pahlawan

Bertolak dari SLB Anugerah, rombongan Lorin Group menuju Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusuma Bhakti untuk melakukan tabur bunga. Disini, dilakukan doa bersama agar arwah para pahlawan senantiasa tenang dan diterima disisi Tuhan Yang Maha Esa.

Tujuan selanjutnya adalah mengunjungi Bapak Djoko Ramlan. Djoko merupakan salah satu pejuang yang mempertahankan kemerdekaan RI saat terjadi agresi militer Belanda. Setelah sekutu dinyatakan menang di Perang Dunia II, Belanda kembali lagi ke Indonesia paska Kemerdekaan RI 17 Agustus 1945.

Dituturkan oleh Joko, dirinya berjuang melalui laskar-laskar maupun kelompok pemuda yang akhirnya menamakan diri Tentara Pelajar (TP) atau Brigade-17 TNI yang dipimpin Mayor Achmadi. Ketika ditanya oleh salah satu karyawan mengenai kondisi masyarakat saat ini yang mudah sekali terhasut dan terpecah-belah terutama oleh isu-isu seputar suku, agama dan ras, Joko mengungkapkan keprihatinannya dan menyatakan salah satu benteng untuk menanggulangi hal tersebut adalah dengan penanaman akhlak dimulai dari keluarga serta harus dipertebalnya wawasan kebangsaan. (*)

Editor : Budi Sarmun

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here