Saat COD-an Komplotan Pengedar Sabu Digulung, Didapati Bukti 50 Paket Sabu

kasus-narkoba-polres-klaten
BARANG BUKTI: Kasat Narkoba AKP Heru Sanusi menunjukkan barang bukti dan tersangka kasus Narkoba di Mapolres Klaten, Selasa (12/11). (suaramerdekasolo.com/Achmad H)

KLATEN,suaramerdekasolo.com – Komplotan pengedar sabu-sabu di Kabupaten Klaten digulung Sat Narkoba Polres Klaten. Dua anggota komplotan itu ditangkap setelah salah seorang di antaranya ditangkap saat menunggu calon pembeli dengan cash on delivery (COD).

Dua orang yang ditangkap adalah Anggoro Bagas Saputra (23) dan Bayu Supriyadi (24) keduanya warga Desa Plawikan, Kecamatan Jogonalan, Kabupaten Klaten. Kasat Narkoba Polres Klaten, AKP Heru Sanusi mewakili Kapolres Klaten AKBP Wiyono Eko Prasetyo menjelaskan yang ditangkap kali pertama adalah Anggoro pada Kamis (7/11) sekitar pukul 15.00 WIB.

”Kami tangkap tersangka di dekat gapura Desa Tangkisan Pos, Kecamatan Jogonalan setelah sebelumnya kami ikuti dari Solo,” ungkap AKP Heru Sanusi, Selasa (12/11) saat konferensi pers di Mapolres.

Baca : Edutainment Semarakkan Kampanye Anti Narkoba

Baca : Peredaran Tembakau Gorila Terendus, 50 Kasus Narkoba Terungkap

Dari tangan pelaku, diamankan satu paket hemat sabu seberat 0,49 gram yang disimpan di celana. Setelah dikembangkan, ternyata mengembang kepada pelaku lain yaitu Bayu. Tersangka ditangkap di rumahnya pada Jumat (8/11) pagi. Dari tangan pelaku diamankan barang bukti paket sabu-sabu sebanyak 50 paket sabu siap edar. Rincianya sebanyak 24 paket plastik kecil masing-masing seberat 1 gram dan 26 paket lain masing-masing berisi sabu seberat 0,5 gram.

Keterangan dari tersangka, kata Kasat, menyebutkan barang itu didapatkan dari seseorang di Solo. Polres langsung menindaklanjuti dengan berkoordinasi dengan instansi lain tetapi belum menemukan alat bukti untuk mengungkap.

Baca : Tetapkan Zona Integritas, Hakim PN Dites Narkoba

Dari dua tersangka, yang berperan membeli karena memilik akses adalah Anggoro. Sedangkan Bayu hanya bertugas memecah barang dan mengedarkan. Kedua tersangka merupakan orang baru dan belum pernah ditangkap sebelumnya. Mereka bisa diterapkan sangkaan pasal 114 ayat 2 dan 112 UU 35/ 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati, atau seumur hidup atau penjara 6 sampai 20 tahun. Denda maksimal sebesar Rp 10 miliar. (Achmad H)

Baca : Napi LP Kendalikan Peredaran Narkoba

Editor : Budi Sarmun 

 

 

Tinggalkan Pesan