Ikan Jenis Nilai Terapung di Bendung Karet Tirtonadi

ikan-mati-bendung-kalianyar
CEK BENDUNG : Rombongan dari Komisi II DPRD Kota Surakarta mengunjungi lokasi bendung karet Tirtonadi yang airnya tercemar hingga menyebabkan ikan mati.(suaramerdekasolo.com/Budi Santoso)

*Diduga Air Sungai Tercemar

SOLO,suaramerdekasolo.com – Pencemaran di Kali Anyar Solo diduga menjadi penyebab kawanan ikan di sungai itu mati. Dugaan itu menguat saat pengecekan di lapangan tepatnya di Bendung Karet Tirtonadi terlihat air yang membusa. 

Dalam inspeksi mendadak yang digelar Komisi II DPRD Surakarta didapati ikan jenis nila mengapung dipermukaan. Hal itu diperkuat oleh laporan penjaga bendung Hari Indaryanto yang melihat ikan pada mati sejak pagi hari. 

“Saya masuk pertama belum ada aroma, lama-lama tercium juga. Tiba-tiba saya melihat ikan-ikan sudah pada terapung,” katanya di hadapan anggota Komisi II dan wartawan.

Baca : Faktor Cuaca Ganggu Pekerjaan Masjid Sriwedari

Baca : Ketua Komisi II DPRD Solo Keluhkan Pemasangan Parit Flyover Manahan

Hari membeberkan, ribuan ikan nila terlihat mengambang di bawah bendungan sejak pukul 09.00 WIB. Petugas yang berjaga di area Papan Kawruh Tirta ini juga mencium bau amis yang diduga muncul dari ikan yang sudah membusuk. 

Rombongan Komisi II DPRD Surakarta terdiri atas Roy Saputra, Muhadi Syahroni, 

Paulus Haryoto, dan Lim Purwanto yang dipimpin YF Sukasno membenarkan adanya dugaan pencemaran di anak Bengawan Solo tersebut. 

“Kita belum tahu apakah ikan ini mati karena pencemaran air atau yang lain. Tetapi busa ini menjadi salah satu indikator penyebabnya. Ini sangat mengganggu masyarakat, karena Kota Solo sangat tergantung dengan sungai. nanti kita berkoordinasi dengan DLH (Dinas Lingkungan Hidup-red) untuk menangangi hal ini,” terang Sukasno usai kunjungan ke bendung karet. 

Baca : DPRD Solo Sepakat Alokasi Satu Mobil Damkar, Antisipasi Kerawanan Kebakaran

Baca : Ini Nama-nama Calon Terpilih DPRD Solo Periode 2019-2024

Legislatif mendesak pihak terkait segera melakukan penyelidikan terkait munculnya busa dan matinya ribuan ikan nila di Kali Anyar. Pasalnya busa-busa ini juga muncul di sepanjang aliran Kali Anyar. 

“Saya sudah minta untuk DLH mengambil sampel air dan ikannya. Biar dicek dulu, kita tunggu,” terangnya.

Kepala DLH Sri Wardhani mengaku telah mengambil sampel air dan segera melakukan uji laboratorium. Pihaknya belum dapat dipastikan kapan hasil uji tersebut keluar, sebab pemkot tidak memiliki laboratorium dan infrastruktur pendukung sendiri.(Budi Santoso)

Baca : Penyusutan Waduk Gajah Mungkur, Jalur Wuryantoro-Baturetno Muncul Lagi

Editor : Sri Hartanto 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here