Tak Kalah Dengan Posyandu, Posyambing Dinakan Boyolali Rutin Cek Kesehatan Kesehatan Kambing

pos-pelayanan-kambing
DITIMBANG: Petugas menimbang berat seekor kambing saat kegiatan Posyambing di Desa/Kecamatan Musuk, Boyolali. (suaramerdekasolo.com/Joko Murdowo)

 

BOYOLALI,suaramerdekasolo.com – Tak kalah dengan kegiatan Posyandu untuk balita, maka kambing pun turut dipantau kesehatannya. Monitoring tersebut dilakukan melalui kegiatan Pos Pelayanan Kambing (Posyambing).

Untuk itu, Dinas Peternakan dan Perikanan (Dinakkan) Kabupaten Boyolali memonitoring kesehatan kambing milik warga setiap enam bulan sekali. Seperti terlihat di Desa/Kecamatan Musuk, warga berbondong- bondong membawa ternak kambingnya untuk diperiksa.

Menurut drh Dian Puspitasari dari UPT Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Kecamatan Mojosongo, kambing diperiksa dengan cara  ditimbang terlebih dahulu untuk mengetahui bobot hewan ternak. Kemudian dilakukan pengukuran panjang dan lingkar badan kambing.

“Dilanjutkan dengan memberikan obat cacing untuk kambing yang tidak bunting dan tidak habis kawin serta memberikan vitamin untuk semua kambing,” ungkapnya disela- sela pemeriksaan, Kamis (14/11).

Dari 25 kambing di Kelompok Wanita Tani (KWT) Sekar Putri yang diperiksa petugas, hewan ternak tersebut dinyatakan sehat, meski ada beberapa yang sedang sakit. Sehingga pihaknya memberikan obat untuk penyembuhan penyakit kambing.

“Dari setiap Posyambing per semester yang kita lakukan, perkembangan sangat bagus. Kambing-kambing di KWT ini sehat.”

Branding Desa

Ketua KWT Sekar Putri, Maryati menyambut baik atas adanya Poyambing di desanya. Menurutnya, selain bertujuan untuk mendukung branding Desa Musuk sebagai Kampung Kambing, kegiatan ini juga sekaligus untuk mengecek kesehatan hewan peliharaannya.

Selain itu, lanjut dia, para peternak mendapatkan penjelasan tentang cara pemberian pakan serta pembuatan kandang kambing yang sehat. Sehingga kambing di anggota kami bisa terjaga kesehatannya.

“Ternak kambing disini masih sebatas usaha sampingan. Biasanya setiap peternak memiliki dua hingga tiga ekor kambing. Kambing dijual saat ada kebutuhan mendesak untuk biaya sekolah anak atau menambah biaya sekolah.” (Joko Murdowo)

Editor : Budi Sarmun

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here