Dua Nenek Tewas, Gegara Disengat Tawon Vespa

tewas-disengat-tawon
KABAR DUKA: Surat kabar duka ditunjukkan di depan rumah Warsomo warga Dusun Tegal Duwur, Desa Wadung Getas, Kecamatan Wonosari, Kamis (14/11). (suaramerdekasolo.com/Achmad H)

KLATEN,suaramerdekasolo.com – Maraknya tawon Vespa Affinis di wilayah Kabupaten Klaten mulai memakan korban jiwa. Nyawa nenek Lanjar (62) warga Dusun Tegalyoso, Desa Sembung, Kecamatan Wedi dan Warsomo (87) warga Dusun Tegal Duwur, Desa Wadung Getas, Kecamatan Wonosari tidak tertolong setelah disengat.

Ketua tim penanganan tawon Vespa Pemkab Klaten, dokter Roni Roekmito mengatakan laporan kejadian sengatan tawon yang menimpa Lanjar masuk pada Rabu (13/11) malam. ” Padahal kejadiannya sudah hari Selasa (12/11) sore,” jelasnya, Kamis (14/11).

Baca : Antre Berobat, Bambang Tewas Tertabrak Ban Truk

Baca : Los Tembakau Di Randusari Prambanan Ambruk, Satu Tewas

Roni mengatakan kasus itu tidak dilaporkan berjenjang oleh pemerintah desa ke kecamatan. Korbannya sudah meninggal dan dimakamkan sehari setelahnya. Dengan kejadian itu dia mengimbau masyarakat untuk segera melapor ke pemerintah desa, kecamatan dan Pemkab jika ada sarang dan terjadi sengatan. Bisa melalui sarana laporan program Matur Dokter yang dimiliki Pemkab Klaten. Warga yang diserang diimbau untuk memeriksakan diri ke

Puseksmas atau rumah sakit sehingga bisa ditangani intensif. Sifat racun tawon itu menyerang organ penting tubuh yaitu limpa dan ginjal. Apabila disengat dalam jumlah banyak, fungsi limpa dan ginjal untuk menyaring racun dalam tubuh bisa terganggu. Akibatnya racun bisa menjalar ke organ lain dan membahayakan jika ketahanan tubuh tidak baik.

Baca : Kronologi Truk Pasir Beradu Banteng Di Jalur Merapi, Sopir Tewas Seketika

Baca : Tragis, Lansia Warga Juron Nguter Ditemukan Tewas Terbakar Usai Bakar Ramban Bambu

Diperiksa Mantri

Kepala Desa Sembung, Kecamatan Wedi, Sunarto menuturkan nenek Lanjar mencari pakan ternak pada Selasa (12/11) sekitar pukul 17.00 WIB di kebun samping rumah.

Saat sedang memangkas dahan pohon diduga menyenggol sarang tawon. Puluhan ekor tawon menyerang sehingga korban mengalami luka sengatan cukup banyak di bagian leher. Setelah pulang dan merasa badannya tidak enak diperiksakan oleh keluarga ke mantri terdekat. Namun kondisi kesehatannya terus memburuk sampai akhirnya meninggal dunia. Almarhumah dimakamkan, Rabu (13/11) pukul 13.00
WIB.

Tawon yang menyerang memiliki ciri ada garis kuning di punggung. Setelah dilaporkan ke markas pemadam kebakaran, pukul 22.00 WIB, Rabu (13/11) sarang dieradikasi tim pemadam kebakaran Pemkab Klaten. Berbeda dengan Lanjar, nenek Warsomo (87) warga Dusun Tegal Duwur, Desa Wadung Getas, Kecamatan Wonosari lebih kuat.

Baca : Pohon Tua Ambruk Tewaskan Warga, Kejadian Di Kecamatan Jatinom

Baca : Hendak ke Masjid, Agus Tewas Tertimpa Tembok Roboh

Sejak disengat sepekan lalu, almarhumah meninggal dunia pada Selasa (12/11) malam. Cucu korban, Rudi (47) mengatakan neneknya meninggal sebab disengat tawon vespa yang bersarang di depan rumah.

Saat korban hendak buang air di semak, puluhan tawon vespa menyerang. Neneknya seketika disengat dibawa ke mantri dan sembuh. Namun lima hari kemudian kesehatannya memburuk dan dibawa ke RS PKU Muhammadiyah. Sayangnya tidak tertolong sebab jumlah sengatanya yang cukup banyak. (Achmad H)

Baca : Postur Pemadam Kebakaran Klaten Belum Ideal, Kekurangan Personel dan Pos

Editor : Budi Sarmun

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here