Muncul Kasus Hukum, Pelantikan Kades Dua Desa Jalan Terus

pelantikan-kades-klaten
PAYUNG SONGSONG: Payung songsong untuk pelantikan Kades disiapkan di pendapa Pemkab Klaten, Jumat (15/11) (suaramerdekasolo.com/Achmad H)

KLATEN,suaramerdekasolo.com – Pelantikan kepala desa (Kades) terpilih hasil Pilkades serentak tahap III tahun 2019 tetap akan dilakukan Pemkab Klaten. Meskipun terdapat kasus hukum di Desa Ceporan, Kecamatan Gantiwarno dan Desa Gadaren, Kecamatan Jatinom.

Pelantikan Kades terpilih, menurut Asisten Tata Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Klaten, Roni Roekmito tetap akan dilaksanakan. ” Ya, tetap berjalan dan yang akan dilantik sebanyak 77 orang Kades terpilih,” jelasnya, Jumat (15/11). 

Roni menjelaskan untuk Kades terpilih di Desa Gedaren, Kecamatan Jatinom tetap ikut pelantikan sebab Kades terpilihnya baru diproses hukum di kejaksaan. Selama tidak ada penahanan dan belum ada putusan hukum berkekuatan tetap, pelantikannya akan berjalan terus. Sama dengan di Desa Ceporan, Kecamatan Gantiwarno, Kades terpilihnya pun akan tetap dilantik. 

Baca : Pilkades Klaten Warga Laporkan Politik Uang, 77 Desa Kondusif

Baca : Satu Keluarga Di Desa Sumberejo Klaten Pindahan Rumah Secara mendadak, Diduga Terkait Pilkades Serentak…

Alasannya proses hukum gugatan di pengadilan tinggi tata usaha negara (PTUN) masih berlangsung. Selama belum ada putusan hakim yang bisa mengundurkan pelantikan akan tetap dilantik. Di Desa Ceporan berbeda dengan di Desa Gedaren sebab gugatan kepada panitia Pilkades. 

Meskipun bakal calon yang merasa dirugikan mengajukan gugatan dan meminta ke Pemkab penundaan pelantikan, pelantikannya akan tetap berjalan sesuai jadwal. Panitia Pilkades sudah menguasakan proses hukum itu ke Bagian Hukum Pemkab Klaten sebagai kuasa hukum. Dengan demikian, semua pihak diminta menunggu hasil proses di PTUN. 

Munculnya satu persoalan hukum di satu desa, kata Roni, tidak bisa menggagalkan pelantikan desa lainnya. Sejauh ini persiapan pelantikan terus berjalan.

 Sebanyak 77 Kades terpilih akan dilantik tanggal 16 November di pendapa Pemkab Klaten. Mereka akan dilantik Bupati. Dalam pelantikan akan diundang Muspida dan tokoh masyarakat. Pelantikan juga sudah mengantisipasi adanya pendukung Kades yang bakal datang ke pelantikan. 

Baca : Banyak Petahana Tumbang di Pilkades Klaten

Baca : Pilkades Serentak Tahap III Klaten Dinodai Bentrokan, Dua Warga Ditusuk

 Sebelumnya diberitakan, Kejaksaan Negeri Klaten menetapkan dua mantan kepala desa di Kabupaten Klaten ditetapkan sebagai tersangka kasus tindak pidana korupsi. 

Salah satunya mantan Kades Gadaren, SW, yang terpilih kembali di Pilkades. Kasi Pidsus Kejari Klaten, Ginanjar Damar Pamenang mengatakan yang bersangkutan ditetapkan sebagai tersangka karena dianggap ikut bertanggungjawab dalam dugaan penyimpangan. Disebabkan posisinya sebagai kepala desa dalam pembangunan gapura dan kolam air. 

Tersangka disangka dengan pasal 2 ayat 1 jo pasal 3 dan pasal 55 ayat 1 KUHP. Salah seorang balon Kades Desa Ceporan, Kecamatan Gantiwarno Tri Winarni mengatakan dirinya dan tiga balon Kades menggugat PTUN panitia karena merasa dipermainkan.  Saat mendaftar 5 September syarat dinyatakan lengkap. Namun 6 September keluar SK panitia yang menyatakan tidak memenuhi syarat  karena terlambat. Padahal jam kerja lima hari kerja batasnya jam 15.30 WIB dan dirinya  mendaftar jam 14.00 WIB. (Achmad H)

Baca : Pilkades Klaten, Cakades Diminta Hindari Politik Uang

Editor : Budi Sarmun 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here