Penemuan Bayi Di Jatinom, Begini Presedur Adopsi Bayi Yang Dibuang

penemuan-bayi-jatinom
FOTO DIRI : Kepala Dinsos P3AKB Klaten, Much Nasir. (suaramerdekasolo.com/Merawati Sunantri)

 

KLATEN,suaramerdekasolo.com – Kabar penemuan bayi perempuan yang dibuang di teras sampah medis PKU Jatinom, Klaten ternyata mengundang simpati dan belas kasihan dari warga masyarakat. Banyak yang ingin mengadosi bayi malang yang dibuang orang tuanya itu.

Bagi peminat adopsi, ada prosedur yang harus ditempuh melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan KB (Dinsos P3AKB) Klaten. Begini prosedur dan persyaratan yang harus disiapkan.

“Saat ini, proses dari polisi tetap jalan sesuai lokasi penemuan di Jatinom. Rencananya, Senin (18/11), bayi akan dikirim ke RSUD Bagas Waras untuk pemantauan kesehatannya dulu. Untuk yang berminat adopsi, bisa mengajukan permohonan ke Dinsos,’’ kata Kepala Dinsos P3AKB Klaten, Much Nasir, Sabtu (16/11).

Setelah ada pemohonan yang masuk, Dinsos kemudian akan melakukan asesment, verifikasi dan langkah lainnya. Selanjutnya, akan dibuatkan berkas yang dikirim ke Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah. SK Rekomendasi adopsi akan dikeluarkan oleh Dinsos Provinsi Jateng.

“Dalam proses verifikasi, kami harus bertemu dengan calon orang tua, keluarga dan sebagainya. Surat permohonan harus dilengkapi biodata, KTP dan KK, nanti juga ada beberapa blangko yang harus diisi di Dinsos. Pemohon harus datang sendiri, tidak bisa mewakilan dan pakai surat kuasa. Bagaimana kami mau verifikasi kalau tidak datang sendiri,’’ tegas Much Nasir.

Bila jumlah peminat banyak, maka rekomendasi akan ditentukan dengan melihat hasil verifikasi dari semua peminat. Misalnya ada pemohon yang belum mempunyai keturunan, itu menjadi salah satu pertimbangan.

“Proses adopsi tidak sepihak, maka kami tunggu dulu proses yang sedang berjalan. Kalau memang orangtua bayi tidak ditemukan, nantinya bayi akan kami kirim dulu ke panti untuk perawatan sementara yakni ke Yayasan Pemeliharaan Bayi Telantar (YPBT), sambil menunggu proses,’’ tegas Much Nasir.

Saat ini, belum ada yang mengajukan permohonan namun sudah cukup banyak yang menghubungi pegawai Dinsis, baik melalui telepon dan lisan. Namun, proses adopsi tetap harus dilalui sesuai mekanisme yang berlaku.(Merawati Sunantri)

Editor : Budi Sarmun

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here