Persediaan Air Bersih Menipis, BPBD Klaten Siapkan DSP

dropping-air-klaten
DROPING AIR : Warga Desa Demangan, Keamatan Karangdowo, Klaten menyambut penyaluran air bersih dari PMI Klaten.(suaramerdekasolo ckm/Merawati Sunantri)


*PMI Juga Salurkan Air Bersih ke Daerah Kekeringan

KLATEN,suaramerdekasolo.com – Meski hujan sudah mulai turun, namun sejumlah daerah masih mengalami kekeringan. BPBD Klaten masih terus melakukan droping air dengan total anggaran Rp 200 juta atau 800 tangki. Saat ini, persediaan sudah mulai menipis, sehingga BPD siapkan Dana Siap Pakai (DSP).

“Dana yang disiapkan untuk droping air bersih sebesar Rp 200 juta sudah hampir terpakai seluruhnya. Namun tidak perlu khawatir karena bila diperlukan, kami bisa menggunakan Dana Siap Pakai,’’ kata Kepala Pelaksana BPBD Klaten, Sip Anwar.

Air bersih disalurkan ke 40 desa di 11 kecamatan yang mengalami kekeringan, mulai dari kawasan lereng Merapi di Kecamatan Kemalang sampai daerah selatn di Karangdowo. Tahun sebelunya, jumlah desa yang mengalami kekeringan hanya 23, tahun ini bertambah jadi 40 desa.

“Setiap hari kami lakukan droping air berdasarkan pengajuan dari desa, namun karena armada terbatas maka dilakukan secara bergiliran. Yang masih membutuhkan akan disuplai. Kalau dananya habis, masih bisa mengunakan dana siap pakai, jadi tidak perlu khawatir,’’ tegas Sip Anwar.

Dana siap pakai tersebut juga sebagai cadagang bila terjadi bencana, misalnya banjir yang rawan terjadi di musim penghujan. Untuk antisipasi, BPBD juga sudah menyiapkan bronjong kawat dan karung untuk perbaikan bila ada tanggul yang rusak. Selain itu, juga persiapan logistik lainnya.

Kabid Kedaruratan dan Logstik BPBD Klaten, Sri Yuwana Haris Yulianta menambahkan, tahun ini memang ada penambahan desa mengajukan bantuan air bersih dari 23 desa menjadi 40 desa. Hingga awal pekan ini, sudah didistribusikan 754 tangki, masing-masing berisi 5.000 liter jadi toral sudah mencapai 3,5 juta liter air.

“Kami juga memaksimalkan peran dunia usaha dan pihak lain yang peduli kekeringan. Diperkirakan sisa anggaran masih bisa memenuhi permintaan droping air hingga minggu keempat November. Kami terus berkoordinasi dengan dunia usaha dala distribusi air,’’ tegas dia.

Diharapkan, hujan segera turun secara intensif agar masalah kekeringan segera teratasi dan menambah cadangan air tanah sehingga warga bisa memanfaatkan air sumur dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. BPBD belum akan menggunakan dana siap pakai tapi memilih mengoptimalkan peran dunia usaha dan sedekah air.

Sementara itu, PMI Klaten juga mulai aktif melakukan droping air bersih ke sejumlah desa yang mengalami kekeringan, seperti di Desa Tumpukan dan Tulas, Kecamatan Karangdowo, Desa Bawak Kecamatan Cawas, Desa Jambakan dan Talang, Kecamatan Bayat dan lainnya. Droping bari dimulai November ini. (Merawati Sunantri)

Editor : Budi Sarmun

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here