Buntut Adanya Dugaan Penyimpangan, Dana Desa Mlese Klaten Terancam Tak Cair

protes-dugaan-penyimpangan-add-klaten
POSTER WARGA: Poster dipasang warga Desa Mlese, Kecamatan Cawas, Klaten sebagai bentuk protes dugaan penyimpangan dana desa (Achmad H)

KLATEN,suaramerdekasolo.com -Dana desa (DD) tahap III di Desa Mlese, Kecamatan Cawas terancam tidak dicairkan sebagai buntut dugaan penyimpangan dana desa tahap II.

Pemerintah Kecamatan Cawas belum akan menandatangani syarat pencairan sebelum pekerjaan yang direncanakan selesai.

” Ajuan pencairan tahap III belum saya tandatangani. Boleh dicek,” ungkap Camat Cawas, Sofan, Sabtu (16/11).

Menurut Camat belum ditandatanganinya ajuan disebabkan pekerjaan di tahap II belum selesai. Dari hasil pengecekan sudah ada material dan pekerjaan di tiga titik jalan yang direncanakan tetapi belum selesai.

Pencairan tahap lanjutan sesuai aturan baru bisa dilakukan setelah kegiatan tahap sebelumnya selesai. Untuk itu pemerintah kecamatan meminta pemerintah desa menyelesaikan sesuai jadwal yaitu tanggal 27 November.

Soal dugaan penyimpangan dana desa yang diduga digunakan Kades Mlese, pemerintah kecamatan tidak akan mencampuri proses hukum. Benar atau tidaknya dugaan itu, pemerintah kecamatan tidak berwenang menentukan.

Yang jelas, sejak dugaan itu mencuat pemerintah kecamatan melakukan pembinaan secara administratif.

Hasilnya, pemua pekerjaan yang sudah direncanakan disanggupi akan diselesaikan sesuai waktu yang dijadwalkan. Sementara pascawarga datang ke kantor Kejakaan Negeri Klaten, situasi belum mereda.

Pasang Poste

Kamis (14/11) malam warga yang ingin bertemu pemerintah desa mendatangi balai desa. Warga yang tidak bisa bertemu memasang kertas poster di jendela dan dinding balai desa.

Joko Triyono, salah seorang warga mengatakan warga menjelaskan dana desa tahap II jumlah totalnya Rp 362 juta dan dugaan yang diselewengkan sekitar Rp 170 juta.

Dana yang mestinya digunakan untuk mengaspal di lima titik baru dilaksanakan dua titik. Atas desakan warga itu, Kades yang bersangkutan sudah bersedia membuat pernyataan akan menyelesaikan pekerjaan jalan tersebut.

Kasi Intel Kejaksaan Negeri Klaten Romula Hasonangan menjelaskan kedatangan warga bukan untuk pengaduan tetapi memberikan informasi dan koordinasi.

” Jadi warga datang ke kejaksaan hanya sharing. Belum membawa alat bukti,” ungkapnya.  

Kepala Desa Mlese, Kecamatan Cawas, Sanyoto membantah keras mengkorupsi dana desa untuk kepentingan pribadinya.

” Tidak ada penyimpangan. Tuduhan itu tidak benar,” jelasnya.

Menurutnya yang terjadi pekerjaan sedang proses berjalan dan saat ini sudah dimulai dikerjakan. Sesuai jadwal pekerjaan pengaspalan jalan akan diselesaikan. (Achmad H)

Editor : Budi Sarmun

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here