Petani Wonogiri Belum Berani Tanam Padi Hujan Belum Normal

pns-beli-produk-pertanian
PERONTOK PADI : Sejumlah petani mengoperasikan mesin perontok padi setelah panen di Desa Purwosari, Kecamatan/Kabupaten Wonogiri, beberapa waktu lalu. (suaramerdekasolo.com/Khalid Yogi)

WONOGIRI,suaramerdekasolo.com – Meskipun musim kemarau telah berakhir, sebagian besar petani di Kabupaten Wonogiri belum berani menanam padi. Pasalnya, curah hujan saat ini belum stabil.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Disepertan & Pangan) Kabupaten Wonogiri, Safuan mengatakan, hanya beberapa petani palawija yang sudah berani menanam. “Kalau padi belum berani karena curah hujannya belum stabil,” katanya, Minggu (17/11).

Meski demikian, ketersediaan pangan di kabupaten itu menurutnya masih terbilang aman. Produksi beras Wonogiri tahun ini mengalami surplus sebesar 161.000 ton.

“Para petani biasanya mempunyai sistem penyimpanan gabah untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari dan kegiatan sosial kemasyarakatan. Kalau yang kesulitan pangan biasanya warga-warga tertentu, terutama para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT),” ujarnya.

Untuk itu, Pemkab Wonogiri telah membagikan sebanyak 100 ton Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Bantuan tersebut diberikan ke 47 desa di sembilan kecamatan, Kabupaten Wonogiri.

Di sisi lain, Pemkab Wonogiri akan memperingati Hari Pangan Sedunia di Alun-alun kabupaten tersebut, Senin (18/11). Peringatan diadakan dengan menggelar pameran dan lomba cipta menu berbahan baku lokal. “Akan ada 25 stand pameran,” katanya.

Pameran menyuguhkan teknologi industri pertanian dan pangan, budidaya pertanian, mesin pratanam hingga pascapanen, produk-produk pertanian, seperti bawang merah, bawang putih, buah semangka, cabai dan sebagainya. (Khalid Yogi)

Editor : Budi Sarmun 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here