Sebulan Terakhir Air Kolam Renang Intanpari Keruh, Pelanggan Banyak Yang Mengeluh

kolam-renang-intanpari-karanganyar
KOLAM RENANG – Kolam renang Intanpari Karanganyar tempat silaturahmi bukan sekadar kolam renang. (suaramerdekasolo.com/Joko DH)

KARANGANYAR,suaramerdekasolo.com – Sebulan terakhir ini air kolam renang Intanpari di kompleks Edupark dikeluhkan pelanggan. Air terlihat keruh sehingga dasar kolam renang sampai tak terlihat garis nat tegelnya. Petugas pembersih rupanya kurang maksimal sehingga tidak tuntas.

‘’Kita sebetulmua sudah melaporkan kepada petugas soal ini, namun tidak pernah ada tanggapan memuaskan. Agaknya mungkin merasa dengan kondisi seperti ini saja masih tetap berenang di kolam renang Intanpari. Buat apa keluhan ditanggapi,’’ kata Ida, salah seorang pelanggan, akhir pekan lalu

Dia bersama warga Karanganyar lain setiap seminggu minimal dua kali memang mesti menyempatkan diri berenang, karena untuk terapi kesembuhan nyeri di punggungnya yang tidak kunjung sembuh meski sudah diobati ke dokter.

Hal yang sama dikeluhkan Hastanto dari Jaten. Penderita pascastroke ini rutin dua atau tiga kali seminggu berenang alakadarnya di kolam renang tersebut. Jam 05.00 WIB pagi dia mesti sudah berangkat, sebab kolam renang buka jam 06.30 WIB.

‘’Biasanya sejak seperempat jam sebelumnya sudah banyak pelanggan yang datang menunggu kolam renang buka. Sebab untuk terapi memang disarankan air kolam dalam keadaan dingin untuk memulihkan syaraf tubuh,’’ kata dia yang mengaku menjadi pelanggan kolam renang sudah dua tahun ini.

Puluhan orang setiap pagi dengan setia menunggui petugas membuka pintu gerbang untuk berenang atau sekadar berendam dan bergerak-gerak di kolam renang. Hastanto juga merasakan hal sama air mulai keruh sejak sebulan terakhir.

Biasanya air memang dibersihkan petugas setiap hari setelah diberi kaporit sebelumnya, dan ditambah airnya. Dan biasanya air sudah kelihatan bersih. Kolam renang Intanpari disukai karena murah dan luas.

Silaturhami

Beda lagi dengan Sujadi, mantan Asisten Sekda Karanganyar. Dia memang paling seminggu sekali berenang menjaga kondisi kesehatannya setelah pensiun. Ada lagi yang ditunggu kegiatan di kolam renang itu, bertemu dan silaturahmi dengan teman – temannya sesama pensiunan ASN (Aparatur Sipil Nasional) di Karanganyar.

‘’Biasanya renang hanya sambilan, namun yang lebih penting bisa silaturahmi. Jadi berenang hanya berendam dan bergerak saja di air, namun omong-omongnya lebih banyak. Saling cerita sakit ini, sakit itu, pokoknya wong pensiunan ya wajar kalau mulai sakit-sakitan,’’ kata dia tertawa.

Setiap pagi-pagi sekali kebanyakan memang warga yang menderita sakit nyeri punggung, tangan, persendian kaki, yang selalu menyempatkan diri berenang. Asal bergerak-gerak di air, sekitar satu jam sudah cukup.

Satu lagi permintaan mereka, menambah satu tempat ke belakang di sisi selatan. Sehingga jika di tengah berenang terasa pengin ke belakang tidak usah berlari-lari ke tempat pembilasan yang ada di sisi utara. Sebab pelanggan yang kebanyakan manula pasti kepengin ke belakang jika berendam di kolam renang.

Dirut Aneka Usaha yang mengelola kolam renang Titis Djawoto mengatakan, keruh itu pengaruh air hujan yang mulai turun di lereng Lawu. Sebetulnya sudah diberi treatmen tertentu, namun jika belum terkena sinar matahari, treatmen itu masih terlihat kotor dan keruh.

‘’Saya sudah mengecek karena keluhan sudah sering disampaikan, dan jika sudah sekitar jam 07.00 atau jam 08.00 WIB, air akan terlihat bening. Jadi yang mengeluh keruh pasti para penggemar renang pagi. Saya memaklumi, dan jangan khawatir air itu bersih meskipun terlihat keruh di pagi hari. Petugas sudah membersihkan tiap pagi dan malam sebelum buka,’’ kata dia.(Joko DH)

Editor : Budi Sarmun 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here