Gubernur Ganjar Pranowo Resmikan EWS Banjir UGM di Kali Talang

jambore-pentahelix-klaten
AMBORE : Gubernur Ganjar Pranowo meresmikan EWS yang dipasang UGM pada pembukaan Jambore Pentahelix di Rawa Jombor, Klaten, Senin (18/11).(suaramerdekasolo.com/Merawati Sunantri)

KLATEN,suaramerdekasolo.com – Gubernur Jateng Ganjar Pranowo membuka Jambore Penthahelix Gotong Royong Sekolah Sungai Klaten dan Jawa Tengah dan peresmian Rumah Komunitas di komplek Rawa Jombor, Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Klaten, Senin (18/11). Gubernur juga meresmikan Early Warning System (EWS) atau alat deteksi dini banjir di Kali Talang, Bayat.

Kegiatan itu dihadiri puluhan komunitas peduli sungai dari Klaten, aktifis sekolah sungai dan relawan peduli bencana. Tampak hadir Bupati Sri Mulyani, Sekda Jaka Sawaldi yang juga Kepala Sekolah Sungai Klaten, Dandim 0723 Klaten Letkol Kav Minarso, Kadubdit Operasional Dirjen SDA Kementerian PUPR Ir Dwi Ariyani, perwakilan BBWSBS, para pejabat dan tamu undangan.

Gubernur sangat mendukung kegiatan komunitas sungai demi mewujudkan sungai yang bersih. Gerakan itu bisa meminimalisir dampak banjir, mengembalikan ekosistem sungai dan bila dipadu dengan kegiatan ekonomi kreatif maka akan meningkatkan ekonomi masyarakat.

Baca : Wonogiri Belum Punya EWS Tsunami

Usai membuka jambore dan meresmikan rumah komunitas yang dibangun BBWS Bengawan Solo, Gubernur meresmian dan melihat langsung cara kerja EWS dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

EWS berbasis Website dan masyarakat dengan panel surya sebagai sumber energi. Alat yang dikembangkan Dr Gesang Nugroho PhD dan timnya itu dapat mendeteksi ketinggian sungai secara realtime.

‘’Alat tersebut sudah dipasang 3 pekan lalu di Kali Talang dengan memanfaatkan teknologi berupa Internet of thing atau loT (revolusi industri 4.0). Saat ini, alat dan sudah berfungsi baik. Namun, karena air sungai sangat minim, maka ketinggian terpantau nol,’’ kata Gesang Nugroho menjelaskan cara kerja alat kepada Gubernur dan hadirin.

Komponen utama alat adalah sensor ultrasonik untuk mengukur ketinggian dengan bantuan mikrokontroler arm sebagai proses pengolahannya. Sumber listrik menggunakan aki yang dicharging otomatis melalui solar panel dari konversi tenaga surya, sehingga tak terpengaruh sumber listrik PLN.

Baca : Delapan Kecamatan di Klaten Rawan Banjir

‘’Data direkam sistem lalu dikirim dalam penyimpanan berbasis teknologi awan (cloud technology), hasil dari pengkoleksian data ditampilkan dalam bentuk dashboard web application. User dapat mengatur kondisi aman, siaga maupun awas melalui aplikasi. Sistem terintegrasi dengan sistem informasi, bisa dimonitoring melalui website,’’ ujar Gesang.

Menurut Ketua Panitia Arif Fuaf Hidayah, jambore diikuti 250 peserta dari komunitas sungai, aktifis sekolah sungai dan stake holder terkait. Kegiatan akan berlangsung dua hari hingga Selasa (19/11). Para peserta akan mendapatkan berbagai materi tentang malam harinya. 

Hari kedua, peserta akan mengikuti field trip penghijauan ke Kwaren, Kecamatan Ngawen dan Kali Pusur. Acara juga dimeriahkan bazar dari Bank Sampah, Srikandi Sungai Klaten, dan masih banyak lagi.(Merawati Sunantri)

Baca : Jelang Penghujan, Tanaman Air Tumbuh Subur Di Aliran Anak Bengawan Solo

Editor : Budi Sarmun 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here