10 Branjang Ilegal di Waduk Gajahmungkur Disita Petugas

branjang-ilegal-wonogiri
JARING ILEGAL : Para petugas memperlihatkan jaring yang disita dari branjang-branjang ilegal di perairan Waduk Gajahmungkur, Kabupaten Wonogiri, Selasa (19/11). (SM/halid Yogi)

WONOGIRI,suaramerdekasolo.com – Pemkab Wonogiri menggelar operasi pembersihan branjang ilegal di perairan Waduk Gajahmungkur, kabupaten tersebut, Selasa (19/11). Sebanyak 10 branjang dibongkar dan disita oleh petugas.

Kepala Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan (Dislapernak) Sutardi mengatakan, alat penangkap ikan yang berupa rangkaian bambu dan jaring ilegal itu terpaksa dibongkar dan disita. Pasalnya, penggunaan branjang dengan jaring berukuran di bawah ketentuan tidak diperbolehkan di perairan Waduk Gajahmungkur.

Dia mengungkapkan, sesuai dengan Peraturan Bupati (Perbup), penggunaan jaring berukuran 2,5 sentimeter tidak diperbolehkan. Adapun branjang ilegal biasanya menggunakan jaring tidak sesuai ketentuan.

Jaring yang berukuran di bawah ketentuan akan menyebabkan banyak ikan-ikan kecil ikut mati terjerat jaring tersebut. Alhasil, populasi ikan di perairan Waduk Gajahmungkur akan menurun. Kondisi itu sangat merugikan para nelayan karena hasil tangkapan mereka akan jauh berkurang. (Khalid Yogi)

Editor : Budi Sarmun 

 

 

Tinggalkan Pesan