Dahsyat Suara Atap Roboh, Pengakuan Siswa Korban Aula Roboh SMK 1 Miri

smk-1-miri-sragen2

DARI 13 siswa SMK 1 Miri yang masih menjalani perawatan di beberapa rumah sakit, tujuh orang dirawat di RSUD Soehadi Prijonegoro Sragen. Tujuh siswa yang menjadi korban ini berada di kamar yang berbeda beda dan pada Kamis (21/11) tiga diantaranya sedang melakukan operasi. Rata-rata mereka mengalami patah tulang dan masih pusing akibat benturan dengan benda keras material bangunan aula.

Mereka yang dirawat di RSUD Soehadi Prijonegoro adalah Ahmad Fauzi (14), Bagus Dipa Aditya (16), Aziz Muksin (14), Dimas Taufiq Abdul Rohim (15), Muhammad Amar (15), Muhammad Sudik Prabowo (16) dan Andrean Putra Pratama (16). Amar mengatakan, angin puting beliung yang terjadi Rabu (20/11) sekitar pukul 14.30-15.00 WIB itu memang sangat dahsyat. Sebelumnya terjadi hujan lebat yang lalu disertai angin kencang.

Baca : Prihatin Kejadian SMK Miri, Bupati Yuni : Data Bangunan SD, SMP Seluruh Sragen

Saking kencangnya angin puting beliung itu mampu mengangkat atap aula terbuka berbentuk linmas tanpa dinding beton berukuran 12 X 24 m yang terbuat dari kayu. sehingga roboh dan rata dengan tanah dan membuat 22 siswa dan satu gurunya luka-luka.

“Angin kencang datang mengangkat atap aula dan lalu roboh menerpa murid-murid yang saat itu berteduh,” katanya.

Dia masih mengingat suara robohnya aula yang begitu dahsyat, sementara di bawahnya banyak yang berteduh. Dia mengaku saat itu angin memang sangat kencang dan hujan sangat deras. Pelajar yang tinggal di Desa Brojol, Miri ini termasuk yang terkena material atap aula yang menghantam badannya. Namun saat itu dia masih sadar dan merasa badannya sakit kemudian pingsan dan ditolong teman-temannya, yang berlari berhamburan menolong mereka yang tertimpa reruntuhan material bangunan aula.

Baca : Bencana Angin Puting Beliung Landa Dua Kecamatan Di Sragen

 

Sampai sekarang, dia masih merasa sakit di badannya, khususnya bagian belakang yang mengalami memar. Aitini ibu Ammar mengatakan, dirinya diberitahu musibah yang menimpa anaknya sekitar pukul 16.00. Ketika itu anaknya sudah dibawa ke rumah sakit. “Duh saat itu saya tidak berhenti menangis, sedih, cemas dan takut terjadi apa-apa terhadap anak saya,” katanya saat ditemui di RSUD Soehadi Prijonegoro.

smk-1-miri-sragen3

Semangati Siswa

Salah satu siswa SMK 1 Miri Dwi Cahyadi mengatakan, para siswa banyak yang masih trauma bila mengingat kejadian tersebut. Angin puting beliung terasa mengancam seluruh siswa yang saat itu masih melaksanakan kegiatan belajar. Sementara para korban semuanya adalah siswa yang sedang praktek belajar mengelas di aula atau yang biasa disebut grand hall. Kini grand hall mereka telah roboh dan rekan mereka masih banyak yang dirawat di rumah sakit.

Baca : Jumlah Korban Capai 22 Orang, Hall SMK Miri Roboh Diterjang lisus

“Masih ada teman yang trauma dengan kejadian kemarin itu,” katanya.
Keprihatinan akibat robohnya aula SMK 1 Miri yang menyebabkan korban luka-luka, mengundang keprihatinan dari Wakil Ketua Komisi X DPR Agustina Wilujeng Pramestuti. Agustina prihatin ambruknya aula SMK 1 Miri Sragen, Rabu(20/11). Apalagi, 22 siswa yang berteduh dari hujan dan angin di aula itu jadi korban karena tertimpa runtuhan bangunan. Dia berharap agar peristiwa itu tidak terulang lagi.

Anggota DPR Fraksi PDI Perjuangan ini juga berharap agar peristiwa tersebut tidak membuat para siswa SMK 1 Miri Sragen trauma, khususnya kepada mereka yang mengalami luka-luka. Sebelumnya dia sempat berdiskusi dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim terkait infrastruktur dan sarana prasarana sekolah.

”Selasa (19/11), saya berdiskusi infrastruktur dan sapras sekolah dengan Mendikbud Nadiem Makarim, lha kok terus ada kabar ini. Setelah melihat video dan foto-fotonya, saya jadi dapat merasakan apa yang dialami para korban,” kata Agustina, yang berasal dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah IV (Kabupaten Sragen, Karanganyar, Wonogiri).

Baca : Angin Puting Beliung Robohkan Hall SMK 1 Miri, Data Sementara 12 Siswa Luka-luka

Dia berterimakasih dan memberi penghargaan yang setingginya pada kesigapan BPBD, PMI, RAPI, Tagana dan relawan serta masyarakat yang bergerak membantu para korban. Juga kepada Pemkab Sragen yang taktis berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Sebagai wakil rakyat yang duduk di komisi yang salah satunya mengurusi bidang pendidikan, dia berjanji akan segera ke Sragen untuk mencari tahu situasi terkini, dan apa yang dapat dia bantu agar proses pemulihan korban dan perbaikan aula dapat dipercepat.

Sementara Kepala Seksi Rehabilitasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen Untung Darmadi menyatakan, pihaknya terus bekerja menyingkirkan puinng puing sebagai bagian dari assesment pascabencana. BPBD bekerja untuk memastikan penanganan korban dan lokasi, sehingga kegiatan belajar tidak terganggu. “Kegiatan belajar mengajar di sekolah tetap berjalan,” katanya. (Basuni Hariwoto)

Baca : Ganjar : Kita Mesti Undang Ahli Tawon, Tewaskan Dua Warga

Editor : Budi Sarmun 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here