Duka Suti, Uangnya Di First Travel Disita Negara

first-travel
FOTO DIRI : Suti (51) warga Mandungan, RT 03 RW 07 Karanganyar. (suaramerdekasolo.com/Budi Sarmun)

KARANGANYAR,suaramerdekasolo.com – Putusan Mahkamah Agung yang memutuskan seluruh aset milik First Travel, disita untuk negara, mengagetkan Suti (51) warga Mandungan, RT 03 RW 07 Karanganyar, yang harus kehilangan kesempatan berangkat umrumroh sekaligus kini uangnya diambil negara.

Korban biro perjalanan haji itu tidak bisa menyembunyikan kekagetannya. Mana mungkin negara yang mestinya membantu rakyatnya malah tega merampas harta rakyat kecil yang dia kumpulkan sedikit demi sedikit. Dia hanya bisa mengelus dadanya yang semakin sesak dengan berita itu.

Menurut Suti, seharusnya, uang yang berasal seluruh jamaah, segera dikembalikan, dan bukan dirampas dan disita untuk Negara. Karena uang tersebut, adalah uang sah pribadi rakyat dan bukan uang dari hasil kejahatan.

‘’ Terus terang saya terkejut dengan keputusan MA tersebut. Kenapa dirampas untuk Negara, Itu kan uang kami, bukan uang hasil kejahatan, bukan uang Negara. Saya minta agar uang saya dikembalikan,’’ ujar Suti, Rabu.

Wanita yang sehari-hari bekerja sebagai tenaga harian lepas (THL) dan setiap pagi bertugas menyapu jalan ini, menceritakan betapa uang itu dikumpulkan sedikit demi sedikit. Karena itu dia meminta bantuan presiden Joko Widodo, agar uang jamaah tersebut dikembalikan. Dia betul-betul kecewa jika akhirnya uang itu menjadi milik negara.

‘’ Bapak presiden tolong bantu kami agar uang bisa kembali. Saya bersama jamaah lain, tidak ikhlas kalau uang kami tersebut dirampas untuk Negara. Berapapun jumlahnya, kami terima, yang penting uang bisa kembali,’’ ujarnya.

Dia mengatakan, sebanyak 45 orang warga Karanganyar menjadi korban biro perjalanan umroh, First Travel tersebut. Awalnya dia menerima promo dari First Travel yang menawarkan umroh dengan biiaya murah. Karena dinilai murah, dia ditawarkan dapat berangkat umroh dengan biaya Rp14 juta, pada tahun 2014 lalu maka dia tertarik mendaftar..

Suti, lantas membayar lunas biaya umroh tersebut melalui rekening First Travel. Saat itu dia bersama 45 orang warga Karanganyar lainnya, dijanjikan akan segera diberangkatkan setelah pelunasan yang dilakukan dengan susah payah itu.

Setelah ditunggu selama satu tahun, Suti tidak juga diberangkatkan. Dia sebetulnya mulai gelisah. Bahkan, saat dihubungi oleh salah satu petugas Firs Travel, dia diminta tambahan biaya Rp2,5 juta, dia mulai ragu. Namun karena besarnya keinginan dia untuk umroh, maka permintaan itupun diturutinya.

Namun, lagi-lagi, Suti belum juga berangkat. Ketika petugas yang mengaku dari First Travel kembali meminta tambahan biaya, Suti menolaknya.. Jika ditotal, lanjutnya, sekitar Rp20 juta telah dia setorkan ke biro perjalanan haji itu.

Harapan dia untuk berangkat umroh pun sirna ketika pemilik biro itu ditangkap dan dihukum karena kejahatannya menipu jamaah. Harapannya hanya satu uangnya bisa dikembalikan setelah ada putusan hukum. Berapapun uangnya kembali.

Namun harapan itu kembali sirna saat MA memutuskan duitnya disita untuk Negara karena kekayaan First Travel dinyatakan milik Negara, dengan berbagai alesan. Dia hanya dengan lirih menggumam, ‘’Kok tega ya, Negara ngepek uang rakyatnya?’’ kata dia sambil perlahan menghapus air matanya.(Joko DH)

Editor : Budi Sarmun

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here