Lansia Milinial, Lansia yang Ikut Perubahan Zaman

buku-lansia-milenial1
SERAHKAN BUKU : Dr Handojo Tjandrakusuma (tengah) memperkenalkan narasumber yang turut serta berkontribusi dalam penulisan buku Lansia Milenial dalam acara syukuran dan launching buku di Orient Restaurant, Purwosari Solo, Rabu (20/11) malam. (suaramerdekasolo.com/Budi Santoso)

 

-Peluncuran Buku Karya dr Handojo Tjandrakusuma

MANUSIA lanjut usia (lansia) sudah terstigma (dicap) sebagai figur yang statis, santai, tidak berubah dan tinggal menunggu dipanggil Tuhan. Tak hanya  di negara berkembang saja, para lansia di negeri maju kadang terbawa pola ini.

Berdasarkan sebuah riset di negeri Tiongkok baru-baru ini delapan juta lansia masuk universitas. Lansia di sana menyadari bawah perubahan zaman di era milenial ini tetap harus terus diikuti. Apabila lansia terkungkung dengan kesendirian, tidak bersosialisasi ditambah kencanganya perkembangan digital. Maka lansia bakalan tergerus zaman, dan itu artinya lansia bakalan terisolasi. Runyamnya terus berjibaku dengan sakit yang menggerogoti tubuhnya.

Baca : Ulang Tahun, Mudrick Sangidoe Resmi Pegang Dan-I Shorinji Kempo

Baca : Mengharukan, Wisudawan USB Asal NTT Minta Wawali Solo Achmad Purnomo Jadi Pengganti Orang Tua

Menyoroti persoalan klasik lansia ini dr Handojo Tjandrakusuma merilis buku barunya berjudul lansia milenial. Handojo mengajak lansia merubah pola hidup dan pola fikir.  

Menurutnya, perkembangan digital yang begitu dahsyat harus secepatnya diikuti lansia.
“Sekarang ini semuanya sudah berbasis internet dan smartphone, nah lansia harus menguasai dunia digital atau setidaknya paham biar tidak ketinggalan zaman,” terang terangnya dalam acara peluncuran buku Orient Restaurant, Purwosari Solo, Rabu (20/11) malam.

Dalam buku setebal 128 halaman tersebut, Handojo juga menyoroti kebiasan lansia yang relatif santai, susah beraktivitas tinggi, dan cenderung mengucilkan diri. Padahal kebiasaan itu berdampak pada kondisi psikologis dan kesehatan lansia.

Baca : Dosen UNS Temukan Filter Air Bisa Atasi Pencemaran Ciu dan Limbah Batik

buku-lansia-milenial2

 

 

“Nah di buku ini, saya jelaskan tentang cara melepaskan diri dari kesendirian ini, terus saya tulis juga beberkan kesaksian narasumber yang tetap aktif meski sudah lansia,” kata alumnus Fakultas Kedokteran Unair Surabaya 1965.

Ulang Tahun

Dalam kesempatan itu Chairman Yayasan Pendidikan Warga ini juga berkesempatan menyerahkan buku kenang-kenangan narasumber dan teman dekatnya. Seperti Junaidi, Ny Wagiyo, I Nyoman Cahya, Lukita Eka dan Kusno Suryanto. Mereka pun diminta maju untuk mendapatkan buku tersebut.

Baca : DKK Sukoharjo Jemput Bola Sosialisasi TB Ke Sekolah

Junaidi mengaku buku karya Handojo spesial, buku yang wajib dibaca lansia. Tapi ia mengaku ada sedikit kekurangan dari buku ini.
“Tapi ada masukan, kenapa sosok istri Pak Handojo tidak hadir dalam buku ini. Saya berharap kesaksiannya ada,”celoteh junaidi yang disambut tepuk tangan hadirin.

Pengerjaan buku baru ini dieditori oleh Tri Sulistiyani, mantan wartawan Solo. Buku ini sekaligus menandai ulang tahun ke 81. “Saya akan terus aktif termasuk menulis buku buku ini” imbuh mantan Direktur di YPAC Pusat ini. (Budi Santoso)

Baca : Pagi Dikeluhkan Sore Langsung Dibongkar, Trotoar Dekat TMP Jurug Solo

Editor : Sri Hartanto 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here