Bau Menyengat Tak Kunjung Reda, Warga Wonogiri Ancam Kepung PT RUM

pt-rum-sukoharjo
MENYAMPAIKAN KELUHAN : Beberapa tokoh masyarakat Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri menyampaikan keluhannya saat mengikuti pertemuan dengan PT RUM di Pemkab Wonogiri, Jumat (22/11). (suaramerdekasolo.com/Khalid Yogi)

WONOGIRI,suaramerdekasolo.com – Bau menyengat yang bersumber dari pabrik PT Rayon Utama Makmur (RUM) tidak kunjung reda. Sebagian warga Kecamatan Wonogiri dan Selogiri di Kabupaten Wonogiri masih sangat terganggu dengan bau tersebut.

Padahal, saat pertemuan dengan PT RUM di Pemkab Wonogiri 23 Oktober lalu, warga telah meminta agar perusahaan yang berada di wilayah Kabupaten Sukoharjo itu berhenti beroperasi sampai polusi udara benar-benar bisa diatasi.

Puji Raharjo, seorang warga Kecamatan Selogiri mengatakan, ketika pertemuan dengan PT RUM tiga minggu lalu, perusahaan tersebut tidak bisa langsung mengambil keputusan. Sebab, pihak PT RUM hanya diwakili General Manager PT RUM Haryo Ngadiyono, bukan pucuk pimpinan yang langsung bisa mengambil keputusan.

Baca : PT RUM Berhenti Sementara, Pemberitahuan Diterima Bupati Wonogiri

Baca : Jika Terjadi Peristiwa Luar Biasa, Pemkab Wonogiri Bisa Gugat PT RUM

Selanjutnya pada pertemuan ke dua di Pemkab Wonogiri, Jumat (22/11), pucuk pimpinan perusahaan itu juga tidak hadir. “Kami minta yang hadir pimpinan yang bisa mengambil keputusan, bukan cuma karyawan. Tidak ada artinya kalau tidak bisa mengambil keputusan,” katanya saat mengikuti pertemuan dengan PT RUM di Pemkab Wonogiri, Jumat (22/11).

Menurutnya, polusi udara dari perusahaan itu sudah sangat merugikan ribuan orang. “Dampak perusahaan Bapak sudah menimpa banyak orang dan doa mereka itu makbul. Ingat, balasan Allah itu menjelang <I>sakaratul maut<P>. Kami bisa mengepung PT RUM dengan 10.000 orang, tapi apa itu perlu? Tapi kalau Bapak tuli dan buta (dengan dampak yang ditimbulkan), ya terpaksa,” ujarnya kepada perwakilan PT RUM.

Camat Selogiri Sigit Purwanto mengatakan, sejak pertemuan yang diadakan tiga pekan lalu, tidak ada penurunan bau menyengat. Sejumlah warga seberapa hari lalu bahkan merasa sangat sesak meskipun di dalam rumah. Demikian juga di rumah sakit PKU Muhammadiyah Selogiri. Para pasien sangat terganggu karena harus menghirup udara yang dipenuhi bau menyengat.

Baca : Asal Blokir Rekening, Bank BRI Kalah dalam Sidang

Baca : Meresahkan, PT Sari Warna Cabut Aturan Larangan Berjenggot

Oleh karenanya, dia meminta PT RUM tidak hanya melakukan penurunan volume produksi, tetapi juga mengentikan produksi sampai polusi udara benar-benar teratasi. “Kami ingin pencemaran udara dihentikan hari ini juga,” pintanya.

Menanggapi hal itu, General Manager PT RUM Haryo Ngadiyono yang hadir dalam kesempatan itu mengatakan, pihaknya telah berupaya mengurangi dampak bau menyengat. Antara lain dengan mengurangi volume produksi.

Pihaknya juga melengkapi mesin penyedot udara untuk meminimalisasi penguapan agar bau menyengat tidak menyebar di udara. “Upaya terus kami lakukan, baik ada aduan atau tidak. Sambil berjalan kami perbaiki,” terangnya. (Khalid Yogi)

Baca : Kodim Sragen Rehab Rumah Veteran

Editor : Budi Sarmun 

 

Tinggalkan Pesan