Mengenal Lebih Jauh Tentang Borok Atau Ulkus Dekubitus

foto jenny

Oleh : dr. Jenny Indah Haryanti*

TIDAK sedikit masyarakat di Indonesia yang belum mengetahui tentang ulkus dekubitus. Ulkus atau yang sering disebut borok ini terjadi akibat kerusakan jaringan akibat tekanan yang lama.

Kulit dan jaringan dibawahnya tertekan antara tulang dengan permukaan keras lainnya, contoh nya tempat tidur. Orang yang berbaring lama karena kondisi kesehatannya, atau dalam posisi tertentu yang lama karena adanya keterbatasan mobilitas atau pergerakan dari tubuh. Kondisi yang seperti ini akan menyebabkan jaringan yang tertekan mengalami hipoksia / kekurangan oksigen dalam darah sehingga menyebabkan kematian dari jaringan yang di sebut nekrosis.

Faktor rIsiko utama dari terjadinya ulkus dekubitus ini disebabkan oleh gesekan berulang pada kulit sehingga mengalami regangan, lapisan kulit bergeser sehingga mengakibatkan gangguan sirkulasi darah lokal.

Kelembapan kulit yang biasanya dikarenakan keringat, cairan tubuh (air seni) yang tidak dibersihkan secara menyeluruh pada pasien tirah baring lama juga sebagai faktor utama terjadinya ulkus.

Perawatan Luka

Terutama pada pasien-pasien dengan kondisi medis yang mengalami kelumpuhan, total bedrest, gangguan neurologis maupun trauma.

Faktor usia pada lansia menyebabkan kulit mengalami penurunan elatisitas dan gangguan peredaran darah pada kulit, hal tersebut merupakan faktor resiko sekunder dari ulkus dekubitus. Selain itu, hilangnya sensasi pada bagian tubuh tertentu pada orang yang mengalami kelumpuhan, malnutrisi yang mengakibatkan gangguan dalam penyembuhan luka, kekurangan cairan, infeksi dan gangguan sistemik karena penyakit penyerta seperti diabetes mellitus atau biasa disebut kencing manis juga dapat memperburuk kondisi penderita ulkus dekubitus.

Tak jarang untuk orang yang memiliki kondisi kesehatan tersebut harus sering untuk mengubah posisi selama 5 menit setiap 2 jam untuk mengurangi tekanan, menggunakan alas tidur yang empuk, kulit senantiasa dijaga kering dan bersih jangan sampai kotor karena cairan air seni maupun kotoran. Dan disarankan untuk segera aktif bergerak jika kondisi telah memungkinkan. Support dari keluarga juga sangat penting, karena orang dengan kondisi medis tersebut tdk bisa beraktifitas sendiri sehingga sangat membutuhkan bantuan dan perhatian dari keluarga.

Jika sudah ada tanda-tanda ada nya luka pada bagian-bagian tubuh yang terlalu lama tertekan atau jarang merubah posisi, hendaknya segera dilakukan perawatan luka supaya segera tertangani dan tidak berlarut-larut yang akan mengakibatkan semakin banyak kulit dan jaringan yang rusak dari akibat tersebut. (*)

* Putra Putri Lawu 2008

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here