Resiko Tinggi, Sragen Tolak Investor Pabrik Kembang Api Terbesar di Indonesia

investasi-asing
FOTO ILUSTRASI/deriknews

SRAGEN,suaramerdekasolo.com – Karena pertimbangan resiko, keamanan dan lainnya, Dinas Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu (DPMPTSP) menolak rencana investasi pembangunan pabrik kembang api yang bahannya dari Jerman. Padahal nilai investasinya cukup tinggi, karena bakal membangun pabrik kembang api terbesar di Indonesia.

Namun tidak lantas penolakan ini menunjukkan Sragen tidak ramah pada para investor.

Kepala DPMPTSP Tugiyono menyampaikan, pada tahun ini sempat ada pembicaraan terkait investor kembang api yang bahannya dari Jerman. Rencana investasi di wilayah Kecamatan Masaran. Namun mempertimbangkan banyak hal, seperti resiko, keamanan dan kenyamanan pabrik-pabrik dan investor di sekitarnya,  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen tidak memberikan lampu hijau.

”Pabrik kembang api itu mungkin yang terbesar di Indonesia, ambil bahannya dari Jerman, dengan sejumlah pertimbangan kami menolak,” terang Tugiyono tatkala ditemui pekan lalu.

Salah satu alasan penolakannya adalah resiko dan keamanan, juga kecemasan dari pabrik-pabrik lain di sekitarnya.

Tugiyono mencontohkan dengan kejadian meledaknya pabrik korek api beberapa waktu lalu, meski kecil tapi efeknya luar biasa. Apalagi ini adalah perusahaan besar bahkan terbesar di Indonesia serta bahannya terbaik dari Jerman.

“Letaknya dekat pabrik boneka di Masaran. Kalau berdiri, nanti para investor juga cemas dan takut, meskipun kita semua tidak akan pernah berharap hal itu sampai terjadi, karena mereka pasti juga sangat profesional,” tegasnya.

Mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang) ini mengungkapkan bila investor itu baru tahap konsultasi. Mereka bilang berminat investasi penanaman modal asing (PMA) di Masaran, dengan jenis usaha pembuatan kembang api.

Tapi, untuk menjaga ketenangan karena high risk atau resiko tinggi dan efeknya banyak, maka Pemkab Sragen menolaknya. Padahal nilai investasinya cukup besar.

Komitmen

Dia menyampaikan penolakan itu tidak lantas Kabupaten Sragen anti investasi. Justru pihaknya memikirkan kecemasan dan kekhawatiran investor sektor lainnnya. Termasuk mempertimbangkan sejumlah resiko.

Bila pabrik itu berdiri, efek dominonya pasti akan sangat besar, terutama bagi para investor lainnya juga kepada masyarakat.

“Pasti kekhawatiran investor lainnya sangat tinggi, meski kami yakin mereka yang ingin membangun pabrik kembang api itu profesional dalam pengelolaannya. Tapi kami juga melindungi rasa dan perasaan masyarakat Sragen. Apalagi kecemasan itu tidak bisa dibayar dengan itu,” tegasnya lagi.

Mantan Kepala Badan Pelayanan Terpadu dan Penanaman Modal (BPTPM) itu menandaskan,  untuk menarik para investor, Sragen sudah menyiapkan zona Industri, seperti di wilayah Kecamatan Sambungmacan.

Saat ini untuk upah tenaga kerja di Sragen lebih murah dibanding daerah lain di Jawa Tengah, akses yang mudah dan infrastruktur yang cukup baik. Saat ini dia mengklaim sudah ada beberapa investor masuk. Seperti industri beton ringan aerasi Hebel dan sepatu kenamaan.

Komiten Sragen ramah investasi juga dikemukakan Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati saat mendampingi kunjungan Wakil Presiden (Wapres) Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Wang Qishan beserta rombongan, di Museum Sangiran, belum lama ini.

Bupati Yuni mengemukakan bila Sragen memiliki zona industri yang luas, ramah investasi dan kemudahan dalam perijinan dan penanaman modal. Para pengusaha dari Tiongkok dapat berinvestasi ke Sragen.

“Saya berharap kunjungan Wapres Tiongkok itu ada peluang investasi untuk Sragen. Kami punya zona industri yang luas. Para pengusaha Tiongkok bisa berinvestasi di Sragen. Seperti pabrik mainan, itu bahannya juga dari Tiongkok. Kami terbuka asal jangan buat pabrik petasan saja,” tandas Yuni. (Basuni Hariwoto)

Editor : Budi Saemun

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here