Hari Guru, Komisi IV DPRD Sragen Desak Upah Guru Honorer Setara UMK

0
peringatan-hari-guru
BERSAMA PARA GURU: Wabup Dedy Endriyatno bersama para guru SMP 1 Sragen, saat melakukan kunjungan dalam rangka Hari Guru, pada Senin (25/11).(suaramerdeksolo.com/Basuni Hariwoto)


SRAGEN,suaramerdekasolo.com – Agar perikehidupannya sedikit layak, Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sragen mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen agar memberikan honor kepada para guru honorer, minimal Upah Minimum Kabupaten (UMK).

Hal ini sebagai upaya memperjuangkan dan mewujudkan kesejahteraan bagi guru honorer. Hal ini mengingat, para guru honorer memiliki jasa dan kontribusi yang besar untuk sekolah dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

Hal ini dikemukakan Ketua Komisi IV Sugiyamto, tatkal ditemui Senin (25/11). Menurut Sugiyamto, dengan memberikan upah atau honorer minimal UMK, agar ada upaya dari pemerintah daerah meningkatkan kesejahteraan para guru honorer.

Saat ini gaji honorer menurutnya hanya sekitar Rp 700 ribu. Hal itu dirasakan masih kurang memadai untuk mereka. Dia berharap agar hal ini bisa terealisasi pada 2021 mendatang.

”Saat ini pada 2020 cukup banyak yang terserap untuk Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup). Harapan kami pada 2021 nanti pemkab bisa mewujudkan setidaknya sesuai UMK,” tandas wakil rakyat dari Fraksi PDI Perjuangan tersebut.

UMK Sragen pada 2020 Adalah Rp 1.815.914. Sementara saat ini, upah guru honorer di hanya sekitar Rp 700 ribu.
Selain itu peningkatan kesejahteraan guru honorer ini untuk menjaga kualitas sekolah negeri. Saat ini ada sejumlah sekolah negeri yang memang bakal digabung, karena memang kalah kualitas dengan sekolah swasta. Sehingga kenaikan gaji para guru honorer dirasa cukup penting.

Andalkan Honorer

Apalagi dengan kekurangan guru yang statusnya Aparatur Sipil Negara (ASN), maka banyak sekali sekolah yang mengandalkan guru honorer.

”Di satu SD negeri rata-rata hanya ada 2-3 guru ASN, lainnya yang memegang honorer GTT/PTT, jadi mereka sangat penting,” tegas Sugiyamto.

Selain itu dia menilai, ruangan sekolah pada saat ini perlu dipasangi kamera pengawas atau CCTV dan perekam suara. CCTV ini berfungsi untuk mengevaluasi penyampaian materi oleh guru. Selain juga mengontrol dan mengawasi jika ada guru yang menyampaikan paham radikal pada siswa.

Terpisah, pada peringatan hari guru Senin (25/11) Wakil Bupati (Wabup) Dedy Endriyatno menemui guru-gurunya di SMP 1 Sragen dan SMA 2 Sragen. Dalam kesempatan tersebut, Dedy menegaskan tetap mengupayakan kesejahteraan guru honorer. Namun kembali masalah pada terbatasnya anggaran.

“Sementara ini harus dilihat kemampuan daerah dulu. Harapan kami memang dapat dipenuhi UMK nya atau malah bahkan lebih,” terang Dedy.

Dia menyampaikan saat ini honor guru honorer sekitar Rp 700 ribu. Setiap tahun Pemkab Sragen menghabiskan Rp 28-Rp 30 miliar untuk membiayai GTT.

”Sebelum kami, anggaran guru GTT/PTT sebulan hanya Rp 200-300 ribu sekarang bisa setidaknya Rp 600 ribu. Tapi ada komitmen daerah untuk terus meningkatkan kesejahteraan mereka,” tandasnya. (Basuni Hariwoto)

Editor : Budi Sarmun

 

Tinggalkan Pesan